Kurangi 'Efek Samping' Vaksin dengan Hindari Rokok, Gorengan, dan Gula
Jakarta - Dua merek vaksin COVID-19 yang baru-baru ini tiba di Indonesia ialah Moderna dan Pfizer. Sejauh ini, pemberian vaksin Moderna telah didistribusikan kepada tenaga kesehatan (nakes) sebagai dosis ke-3 atau booster.
Ke depannya, terdapat wacana untuk mendistribusikan Moderna kepada masyarakat non-nakes sebagai dosis pertama dan kedua. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Andi Khomeini Takdir Haruni SpPD-KPsi membagikan pengalamannya pasca disuntik vaksin Sinovac dan Moderna sebagai booster-nya.
"Saat disuntik Sinovac, di awal itu, di Januari, di Februari. Kemudian disuntik Moderna di awal Agustus. Nah, di suntikan Sinovac ini, yang saya rasakan adalah lebih banyak ngantuk, lebih cepat tidur, lebih lapar, kemudian ada episode menggigil sekitar 1-2 hari di suntikan dosis ke-2. Nah kalau di Moderna, itu saya merasakan memang gejalanya berasa lebih berat, ya. Badan itu rasanya semek-semek, ngilu, berasa memang levelnya di atas dari yang saya rasakan pada saat disuntik Sinovac," terang dokter yang akrab disapa dr Koko dalam program e-Life di detikcom.
Ketika ditanya mengenai apakah normal untuk mengalami efek samping pasca vaksinasi, dr Koko menegaskan bahwa efek samping pasca vaksinasi bukanlah hal yang normal.
Ia juga menggarisbawahi bahwa 'efek' yang dirasakan lebih tepat disebut sebagai sebagai KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Setiap orang bisa merasakan gejala yang berbeda-beda tergantung kondisi tubuh.
Selain itu, perlu diperhatikan bahwa terdapat Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) yang bertugas untuk mendata dan memantau KIPI yang dirasakan penerima vaksin.
"Ini kan sebenarnya adalah kita kategorikan sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunasi atau KIPI. Yang mestinya dipantau dan dilaporkan ke teman-teman di Komnas KIPI. Baik di pusat maupun di daerah, karena ini kan orang bisa merasakan berbeda-beda ya. Jadi, hal-hal seperti ini harusnya tersimpan dalam database kita secara nasional dalam pantauan Komnas," kata dr Koko.
Untuk memastikan bahwa tubuh siap divaksin COVID-19, dr Koko menyarankan untuk memperhatikan tiga hal penting. Hal-hal ini juga ia jabarkan lebih lanjut di e-book panduan persiapan vaksin yang dapat diunduh di dokterkoko.com.
Pertama, pastikan bahwa kondisi tubuh benar-benar fit sebelum vaksin. dr. Koko mengingatkan bahwa sangat mungkin terdapat pasien COVID-19 yang asimtomatik (tanpa gejala), maupun dengan gejala sangat ringan. Apabila seseorang sedang memiliki virus COVID-19 di dalam tubuhnya, pemberian vaksin yang berupa virus yang telah dimatikan, bisa memperparah inflamasi yang akan terjadi.
"Dia sudah ada virus di dalam badannya, jangan ditambah lagi dengan virus yang dimatikan tadi. Inflamasinya bisa lebih berat, peradangan yang dirasakan oleh penerima vaksinnya bisa lebih berasa. Radangnya bisa lebih berasa, lemasnya bisa lebih berasa, dan ada risiko yang lain juga," jelasnya.
Kedua, hindari asap rokok dan komponen lain yang berisiko membuat pengentalah darah. Hal ini perlu diperhatikan terutama jika akan menerima vaksin Astra Zeneca.
"Di beberapa case, misal untuk Astra Zeneca itu ada warning bahwa tolong hindari betul asap rokok dan komponen-komponen lain yang rentan membuat pengentalan darah. Karena memang ada laporan, meskipun jumlahnya sedikit, saya kurang yakin berapa angkanya tapi sekitar 15 orang dari sekitar 1 juta penerima yang ada risiko mengalami pengentalan darah. Ini memang angka kecil tapi kita harus hati-hati," papar dr Koko.
Apabila tidak mampu berhenti merokok dan mengurangi konsumsi gula dan gorengan sepenuhnya, dr Koko menyarankan untuk mengusahakannya paling tidak satu sampai dua minggu sebelum dan sesudah vaksin COVID-19.
Poin ketiga adalah memperhatikan asupan nutrisi pada makanan sehari-hari agar imunitas bisa terbentuk total dan optimal. Apabila tidak memungkinkan untuk mendapatkan nutrisi dari makanan, konsumsi suplemen dianggap bisa membantu. Namun, jangan mengonsumsi suplemen dengan dosis berlebihan.
Berita Lainnya +INDEKS
Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk
PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .
AHM Best Student 2026 Regional Riau Sukses Digelar
PEKANBARU - Ajang Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2026 tingkat Regional Riau sukses digela.
346 Guru PJOK Lulus NPET 2026, Dorong Budaya Hidup Sehat di Sekolah
Tantangan gaya hidup anak dan remaja Indonesia semakin kompleks. Pola makan yang belum seimbang, .
Capella Honda Riau Bawa Pulang Tiga Gelar Nasional AHSRIC 2026
PEKANBARU - Komitmen PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau dalam membangun budaya keselamatan b.
Capella Honda Aceh Ikut Angkat Prestasi Nasional
PEKANBARU - Prestasi Capella Honda di panggung nasional tak hanya datang dari Riau. Regional Aceh.
Sambut HUT RI, Capella Honda Riau Gelar Lomba Hias Gapura Berhadiah Puluhan Juta
PEKANBARU - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Capella Honda Riau menggel.








