• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Lifestyle

Warning Toxic Parenting, Ini 7 Tanda Orang Tua Narsistik

Redaksi

Kamis, 08 September 2022 06:54:03 WIB
Cetak
Warning Toxic Parenting, Ini 7 Tanda Orang Tua Narsistik
Ilustrasi. (int)

Jurnalpekan.com - Ada banyak sikap yang dimiliki orang tua saat mendidik anak. Salah satu yang jarang disadari orang tua yang narsistik. Orang tua yang narsistik biasanya merasa ketakutan jika anaknya bertumbuh dan bergerak tidak sesuai keinginan mereka. Seringnya, orang tua yang melakukan ini tidak merasa bahwa sikap mereka seperti itu.

Lantas, apa jadinya ketika seorang narsistik menjadi orang tua? beberapa orang dengan narsisme akan kehilangan minat pada anak-anaknya dan mereka mencari sumber lain sebagai bentuk pengakuan.

Baca Juga :
  • Berikut yang Bisa Dilakukan untuk Hilangkan Stres
  • Enam Makanan Sehat Redam Stres
  • Efek Samping Konsumsi Suplemen

Tapi, beberapa lainnya justru melihat anak mereka sebagai refleksi dirinya. Sehingga, si orang tua terlalu terlibat dalam kehidupan anaknya dan mengambil kontrol terhadap sang anak.

Mereka yang mengalami gangguan narsistik akan memiliki perilaku penuh kritik dan defensif. Akibatnya, mereka tidak dapat menjalin hubungan yang sehat dengan siapapun, termasuk anak-anaknya.

Berikut tanda-tanda umum orang tua naristik yang dikutip CNBC International:

1. Melihat anak sebagai sumber validasi

Orang tua yang narsistik akan sering memamerkan anak-anak mereka ketika mereka saat mendapatkan sesuatu yang spesial. Dalam beberapa situasi, orang tua narsis lebih memilih untuk fokus pada minat dan pencapaian dirinya sendiri dibandingkan membesarkan anak.

Aktivitas seperti hobi yang bisa memberikan nilai tambah untuk validasi dan harga diri pun mengakibatkan mereka mengabaikan anak. Orang tua narsis melampiaskan cita-cita terpendam yang tidak kesampaian dan berharap sang anak bisa mencapainya untuk mereka serta menambah kepercayaan diri orang tua.

Contohnya, ketika orang tua memaksakan anaknya untuk menjadi dokter, pengacara atau profesi tertentu.

2. Reaktif secara emosional tetapi 

mengabaikan perasaan anak
Beberapa orang tua narsis memiliki sifat terlalu sensitif dan tidak fleksibel. Mereka cenderung mengatur perilaku anaknya hingga ke detail terkecil dan bisa sangat marah jika anak tidak berhasil menurutinya.

Mereka juga cenderung mudah tersinggung dan emosinya gampang terpicu tanpa alasan yang jelas. Misalnya, jika anak tidak dianggap mendengarkan, orang tua narsis bisa menghukum anak dengan berat, padahal bisa saja ada kesalahpahaman.

Orang tua narsis biasanya kurang memiliki kecerdasan emosional sehingga gagal memahami anaknya sendiri. Mereka susah untuk berempati dengan apa yang dialami anak.

3. Selalu mengutamakan kebutuhan sendiri

Orang tua narsistik mengharapkan anak-anak mereka untuk berkorban agar mereka dapat melakukan atau memiliki apa pun yang mereka inginkan.

4. Mereka memiliki batasan yang buruk

Orang tua yang narsis bisa sangat mengganggu. Ketika mereka tidak menyukainya, mereka tidak akan berinteraksi dengan si anak.

Mereka juga gemar menjatuhkan anak. Hal ini dilakukan supaya orang tua tetap merasa diri mereka superior di hadapan anak.

Menjatuhkan anak ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, misalnya kritik yang terlalu tajam dan tidak masuk akal sehingga membuat anak gampang terpuruk dan tidak percaya diri.

5. Sering membandingkan

Satu hal yang perlu diketahui adalah, anak tidak perlu dibanding-bandingkan. Sedangkan orangtua yang narsistik akan kerap membandingkan sang anak dengan dirinya yang dahulu atau anak lainnya.

Mereka mungkin memiliki anak emas yang mereka puji berlebihan, misalnya, ketika berbicara buruk tentang anak lain dalam keluarga.

Tak peduli betapa bagusnya pencapaian sang anak, orang tua jenis ini tetap merasa buah hatinya kurang memuaskan. Satu-satunya patokan yang dipegangnya adalah bagaimana dirinya berhasil melewati hambatan atau masalah tersebut.

Hal ini tentu dapat membuat anak merasa tidak nyaman, tidak setia dan secara psikologis tidak aman.


6. Mereka mengalihkan kesalahan ke anak-anak mereka.

Narsisis memiliki kebutuhan untuk merasa sempurna, sehingga mereka melalaikan tanggung jawab atas kesalahan langkah mereka sendiri dan menyalahkan anak-anak mereka. Mereka bisa menjadi kejam ketika mereka merasa dikritik, dan komentar mereka sering menyengat.

Pengulangan umum dari orang tua narsis mungkin seperti, "Ini salahmu bahwa aku sangat lelah," atau, "Aku bisa memiliki karier yang hebat jika aku tidak harus berurusan denganmu."

Seiring waktu, anak-anak dari orang tua narsistik menginternalisasi komentar ini dan mulai menyalahkan diri sendiri.

7. Mengharapkan anak menjadi pengasuh

Di usia yang relatif muda, pesan dari orang tua yang narsistik adalah bahwa anak mereka harus menjaga mereka. Ini terus terjadi hingga dewasa, di mana orang tua yang narsis bisa sangat manipulatif.

Beberapa kata yang sering dilontarkan, seperti, "Saya memberi makan dan memberi pakaian kepada kamu, jadi sekarang kamu berutang kepada saya." Banyak narsisis mengharapkan anak-anak mereka untuk memberikan perawatan dan dukungan di kemudian hari.


[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Lifestyle

Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk

Senin, 21 September 2026 - 10:57:37 WIB

PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .

Lifestyle

AHM Best Student 2026 Regional Riau Sukses Digelar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:39:00 WIB

PEKANBARU - Ajang Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2026 tingkat Regional Riau sukses digela.

Lifestyle

346 Guru PJOK Lulus NPET 2026, Dorong Budaya Hidup Sehat di Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:03:52 WIB

Tantangan gaya hidup anak dan remaja Indonesia semakin kompleks. Pola makan yang belum seimbang, .

Lifestyle

Capella Honda Riau Bawa Pulang Tiga Gelar Nasional AHSRIC 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 13:08:39 WIB

PEKANBARU - Komitmen PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau dalam membangun budaya keselamatan b.

Lifestyle

Capella Honda Aceh Ikut Angkat Prestasi Nasional

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 12:53:00 WIB

PEKANBARU - Prestasi Capella Honda di panggung nasional tak hanya datang dari Riau. Regional Aceh.

Lifestyle

Sambut HUT RI, Capella Honda Riau Gelar Lomba Hias Gapura Berhadiah Puluhan Juta

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:39:50 WIB

PEKANBARU - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Capella Honda Riau menggel.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Udara Pekanbaru Membaik, PM2.5 Turun ke Level Baik
26 September 2026
Tunggakan Hambat Pindah Sekolah, Pemko Pekanbaru Turun Tangan
26 September 2026
Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar
25 September 2026
Gestur Julur Lidah Terekam saat Massa Hari Tani Sampaikan Aspirasi di Bengkulu
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas
25 September 2026
Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban
25 September 2026
Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan
25 September 2026
Jalan RW 04 Cinta Raja Diaspal, Pemko Pekanbaru Bidik Penguatan UMKM
25 September 2026
Sosialisasi LKPM Dorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Pekanbaru
25 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Kabut Asap Memburuk, DLHK Tutup Tiga Ruang Terbuka Hijau Pekanbaru
  • 2 Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
  • 3 ISPU Sangat Tidak Sehat, Besok Sekolah Pekanbaru Kembali PJJ
  • 4 ISPU 178,3, Sekolah di Pekanbaru Perlu Waspada
  • 5 Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam
  • 6 32 Wartawan Adu Biliar di Pekanbaru, Rebut Total Hadiah Rp20 Juta
  • 7 Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 93,7 Mikrogram Permeter Kubik

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved