• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Ekbis

Triwulan III, BI Catat Pertumbuhan Ekonomi Riau 4,63 Persen

Redaksi

Kamis, 01 Desember 2022 19:56:02 WIB
Cetak
Triwulan III, BI Catat Pertumbuhan Ekonomi Riau 4,63 Persen
Foto bersama dalam forum pertemuan tahunan Bank Indonesia Riau.

PEKANBARU - Bank Indonesia Perwakilan Riau menyatakan pertumbuhan ekonomi Riau sangat kuat selama 2022, tercatat sebesar 4,63% (yoy) pada triwulan III. Angka pertumbuhan ekonomi Riau tersebut menjadikan Riau sebagai provinsi dengan PDRB terbesar di luar Jawa. Pertumbuhan ekonomi Riau didorong oleh peningkatan, baik permintaan domestik maupun permintaan luar negeri.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencapai 4,53% (yoy). Sementara, permintaan eksternal mendorong ekspor tumbuh 30,43% (yoy) pada periode yang sama. Selama tahun 2022, output sektor ekonomi Riau relatif menggembirakan, terutama pada komoditas CPO, Pulp and Paper, dan migas. Kebijakan responsif pemerintah terkait dengan distribusi dan replanting kelapa sawit, telah menciptakan keseimbangan yang baik dalam memenuhi permintaan dan menjaga produktivitas kedepan.

Kemudian, perkembangan aktivitas ekonomi telah mempengaruhi dinamika harga beragam komoditas. Salah satu komoditas yang memicu inflasi baik secara global, nasional, maupun regional Riau peningkatan harga energi, khususnya bahan bakar minyak. Per Oktober 2022, inflasi berada pada level 6,17% (yoy). 

Sehingga, pencapaian inflasi Riau diperkirakan akan berada di atas target inflasi. 2022. "Untuk memitigasi risiko tekanan inflasi yang lebih tinggi, Bank Indonesia, dalam kerangka TPID bersinergi dengan pemangku kepentingan, melakukan beragam inovasi untuk mengendalikan harga kebutuhan masyarakat," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Maria Cahyaningtyas.

Ia menyebut, BI dan TPID mendorong perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) baik yang bersifat G2G maupun B2B. Selain itu, untuk meningkatkan produksi hortikultura lokal, TPID turut mencanangkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui urban farming, dan optimalisasi peran 200 BUMDes unggulan untuk terlibat dalam program budidaya cabai.

Pada kerangka Keterjangkauan Harga, BI dan TPID telah melakukan beberapa langkah untuk menjaga daya beli masyarakat diantaranya melalui penyelenggaraan pasar murah di 12 kabupaten/kota. Sementara pada kerangka Kelancaran Distribusi, TPID melalui OPD terkait, telah mengondisikan kelancaran jalur distribusi pangan dengan memprioritaskan armada transportasi pangan untuk melintas keluar masuk wilayah Riau. Hal ini juga didukung oleh skema KAD yang juga dirancang untuk memperpendek jalur distribusi. Komunikasi efektif untuk menjangkar ekspektasi inflasi kemudian dilakukan melalui Iklan Layanan Masyarakat.

Bank Indonesia bersama berbagai pemangku kebijakan, mendorong pemerataan ekonomi melalui program pengembangan UMKM dan digitalisasi perekonomian. Setidaknya terdapat 5 program inovasi pengembangan yang telah dilaksanakan pada UMKM Binaan, antara lain.

Inovasi pertama berupa e-Producing yang merupakan bagian dari digital farming, e-financing, dengan memanfaatkan Aplikasi SIAPIK untuk meningkatkan tata kelola keuangan dan mempermudah akses pembiayaan, memperluas akses pasar domestik dan ekspor melalui e-commerce dan e-catalogue, untuk memperkuat branding usaha dan e-Payment melalui penggunaan QRIS yang memudahkan transaksi pembayaran, dan bimbingan Teknis dan Pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan SDM, serta Fasilitasi Sertifikasi Halal.

"Beberapa hal yang menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas makroekonomi Riau ke depan yakni normalisasi harga komoditas ekspor Riau dan kenaikan harga BBM pada 2022 yang diperkirakan masih berdampak di 2023. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Bank Indonesia Riau mengusulkan tiga langkah strategis pertama meningkatkan produktivitas komoditas unggulan melalui enforcement program kemitraan sebagaimana Peraturan Gubernur Riau Nomor 77 Tahun 2020, kedua melanjutkan penguatan infrastruktur dasar pendukung perekonomian dan terakhir melanjutkan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas perekonomian," jelasnya.


[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Ekbis

BATIQA Hotel Pekanbaru Tawarkan Paket Menginap Ditengah Kabut Asap

Rabu, 16 September 2026 - 19:03:49 WIB

PEKANBARU - Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mendorong BATIQA Hotel Pekanbaru .

Ekbis

Lima Hari di Mal SKA, Honda AT Family Day Banjir Peminat

Selasa, 15 September 2026 - 20:34:56 WIB

PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) menggelar Honda AT Family Day di Mal SKA.

Ekbis

Promo September Honda, Cicilan Vario Dipangkas Rp100 Ribu

Sabtu, 12 September 2026 - 15:58:41 WIB

PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) wilayah Riau menawarkan program promo pembelian se.

Ekbis

Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam

Jumat, 11 September 2026 - 11:49:00 WIB

PEKANBARU - Telkomsel menyatakan telah menerapkan sejumlah mekanisme untuk menjaga keamanan dan k.

Ekbis

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal

Ahad, 06 September 2026 - 09:03:22 WIB

PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) Riau memperkuat kedekatan dengan konsume.

Ekbis

IFRA 2026 Dibuka, Potensi Waralaba Lokal Makin Besar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:23:24 WIB

Pertumbuhan konsumsi domestik dan perdagangan mendorong peluang ekspansi sektor waralaba dan kemi.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Udara Pekanbaru Membaik, PM2.5 Turun ke Level Baik
26 September 2026
Tunggakan Hambat Pindah Sekolah, Pemko Pekanbaru Turun Tangan
26 September 2026
Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar
25 September 2026
Gestur Julur Lidah Terekam saat Massa Hari Tani Sampaikan Aspirasi di Bengkulu
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas
25 September 2026
Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban
25 September 2026
Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan
25 September 2026
Jalan RW 04 Cinta Raja Diaspal, Pemko Pekanbaru Bidik Penguatan UMKM
25 September 2026
Sosialisasi LKPM Dorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Pekanbaru
25 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Kabut Asap Memburuk, DLHK Tutup Tiga Ruang Terbuka Hijau Pekanbaru
  • 2 Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
  • 3 ISPU Sangat Tidak Sehat, Besok Sekolah Pekanbaru Kembali PJJ
  • 4 ISPU 178,3, Sekolah di Pekanbaru Perlu Waspada
  • 5 Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam
  • 6 32 Wartawan Adu Biliar di Pekanbaru, Rebut Total Hadiah Rp20 Juta
  • 7 Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 93,7 Mikrogram Permeter Kubik

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved