4 Penyakit Anak yang Perlu Diwaspadai Pasca Lebaran
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti bagaimana kondisi anak pasca-lebaran. Menurutnya, anak bisa kecapekan akibat mudik. Hal ini bisa memicu berbagai penyakit mudah dialami anak.
Ketua IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengatakan, anak pasca-lebaran biasanya mengalami selesma. Sebab adanya penularan virus dari kerumunan, di mana momen Idul Fitri jadi waktu berkumpul bersama keluarga.
"Lebaran dan mudik mengakibatkan anak kurang tidur, menurunkan daya tahan tubuh. Nah, kondisi ini bisa membuat anak rawan kena selesma atau batuk pilek, karena kecapekan," kata dr Piprim dilansir dari okezone.com, Jumat (28/4/2023).
"Kemudian juga masalah kerumunan ke sana-sini ketemu banyak orang penyakit selesma karena ini penyakit masyarakat, umum terjadi," sambungnya.
Sehubungan dengan ini, dr Piprim menjelaskan kalau kondisi masih di tengah Covid-19 membuka ruang lebih besar terjadi penularan. Sebagaimana kita tahu gejala dari Covid-19 juga berupa selesma atau flu dan batuk.
Ia pun menyebutkan adanya pandemi Covid-19 masih berlanjut, efek dari adanya kerumunan di tengah masyarakat. Kondisi yang lemah atau kecapean, memudahkan anak akan terserang berbagai penyakit, terutama selesma.
"Kemudian juga Covid-19 ini belum hilang mungkin masih epidemik dan ini juga dipicu oleh adanya kerumunan. Apalagi anak-anak tidak dilengkapi tidak dilengkapi dengan imunisasi yang lebih kuat, seperti imunisasi influenza dan lainnya, bisa memicu penyakit karena efek bertemu banyak orang dan juga kondisinya capek memudahkan terinfeksi ataupun tertular," jelas dr Piprim.
Sehingga dr Piprim menganjurkan agar anak-anak berisitirahat karena dengan itu bisa membantu memulihkan kondisi anak lebih baik.
Melansir dari berbagai sumber, umumnya gejala-gejala common cold atau selesma muncul 1-3 hari setelah terpapar virus. Gejalanya sama pada orang dewasa dan anak-anak.
Terkadang gejala bertahan lebih lama pada anak-anak, gejala biasanya muncul meliputi pilek (hidung tersumbat) atau berair, sakit tenggorokan, batuk. Kemudian, juga disertai nyeri badan atau otot, sakit kepala ringan, bersin, suhu yang meningkat, tekanan di telinga dan wajah Anda.
Berita Lainnya +INDEKS
Dukung Pertumbuhan UMKM, NutriSari Hadirkan Program Grow with NutriSari
PEKANBARU - Sebagai merek lokal Indonesia yang telah hadir selama lebih dari 45 tahun, NutriSari,.
Cek Sebelum Berobat, 21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan dibentuk sebagai bagian dari program jaminan kesehatan nasional untuk memastikan s.
5 Agenda Wisata Riau Masuk Karisma Event Nusantara 2026
Pekanbaru - Kabar gembira berhembus membawa harum prestasi bagi Bumi Lancang Kuning. Sebanyak lim.
7 Makanan Ini Bikin Ginjal Kerja Lebih Keras, Banyak Orang Gak Sadar
Ginjal punya peran vital dalam menjaga tubuh tetap sehat. Organ ini bekerja menyaring darah, memb.
5 Tips Mendidik Anak agar Cerdas dari Ahli Harvard
Banyak orang tua berharap anaknya tumbuh menjadi orang yang cerdas, namun proses tersebut tidak b.
7 Waktu Terbaik Minum Air Kelapa agar Manfaatnya Maksimal
Air kelapa merupakan minuman menyegarkan yang populer di banyak negara tropis, termasuk Indonesia.







