Ini Waktu Terbaik Ajak Anak Berenang
Berenang, salah satu olahraga yang populer di kalangan masyarakat. Sebagian besar menganggap bahwa berenang adalah aktivitas fisik yang menyenangkan, terutama bagi anak-anak.
Bila dilakukan secara rutin, berenang mampu memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan anak, seperti memelihara kesehatan jantung, melatih kemampuan motorik, meningkatkan massa dan kekuatan otot, hingga meningkatkan kesehatan paru-paru.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa ada waktu terbaik yang dapat dipilih oleh orang tua untuk mengajak anak-anak berenang, yakni pada pagi dan sore hari.
Menurut IDAI, pagi dan sore adalah waktu yang cocok untuk melakukan aktivitas renang karena suhu kolam dinilai cukup hangat sehingga anak dapat terhindar dari risiko hipotermia atau suhu tubuh menurun secara drastis.
"Waktu terbaik untuk berenang bisa dua, yaitu pagi atau sore. Kalau pagi tentu sebelum sinar ultraviolet naik, sekitar jam 10 itu baik karena tidak terlalu panas," kata Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Rawat Intensif Anak IDAI Dr dr Ririe Fachrina dilansir dari cnbcindonesia.com, Jumat (26/5/2023).
"Sore jam 5 itu juga cukup baik. Udara dan air [di kolam] sedang hangat-hangatnya," kata dr Ririe.
Ririe mengatakan, orang tua atau pendamping anak dianjurkan untuk memilih kolam dengan air suhu yang hangat bila ingin mengajak anak berenang. Menurutnya, suhu air kolam yang ideal adalah di atas 20 derajat.
"Air yang dikategorikan hangat itu kalau suhunya di atas 20 derajat. Kolam renang kita (di Indonesia) rata rata kolam renang air hangat, apalagi jam 5 sore karena airnya dihangatkan oleh matahari," jelas dr Ririe.
Namun, selain memerhatikan suhu air kolam yang ideal untuk aktivitas renang anak, dr Ririe mengatakan bahwa salah satu hal utama yang harus dimiliki oleh pendamping anak adalah kemampuan berenang dan memahami langkah-langkah dasar penanganan bila anak tenggelam. Sebab, anak-anak adalah kelompok yang paling berisiko tenggelam.
Ririe mengungkapkan bahwa angka kasus kematian anak akibat tenggelam cukup tinggi, yakni urutan kedua di dunia.
"Bila ditelusuri lebih dalam dan dikumpulkan lagi, ternyata angka kematian anak akibat tenggelam itu sangat tinggi. Artinya, dibanding dengan kasus kecelakaan lain, tenggelam berada di urutan kedua," kata dr Ririe.
Ririe mengatakan, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa setiap tahunnya terdapat sekitar 263 ribu kematian akibat tenggelam. Data yang sama menunjukkan bahwa setengah dari kasus kematian tersebut dialami oleh di bawah usia produktif, yakni di bawah 30 tahun.
"Tenggelam itu merupakan penyebab kematian terbanyak di usia satu hingga 24 tahun di dunia," kata dr Ririe.
Berita Lainnya +INDEKS
25 Tahun L-Men, Perluas Gerakan Gaya Hidup Sehat Lewat Komunitas dan Atlet
PEKANBARU - L-Men memperluas keterlibatannya dalam gerakan gaya hidup sehat melalui dukungan terh.
L-Men Perkuat Strategi Bisnis Lewat Inovasi Berbasis Sains
PEKANBARU - L-Men menandai 25 tahun perjalanan di industri nutrisi pria dengan memperkuat inovasi.
Hermina Soroti Golden Period 60 Menit, Integrasi dengan Jasa Raharja Disiapkan
PEKANBARU - Penanganan korban kecelakaan lalu lintas pada 60 menit pertama atau golden period men.
Jasa Raharja Integrasikan Sistem Rumah Sakit, Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan
PEKANBARU - Proses penjaminan biaya perawatan korban kecelakaan lalu lintas ditargetkan lebih cep.
Lidah Mertua Tak Sekadar Tanaman Hias, Disebut Bantu Bersihkan Udara di Rumah
Pekanbaru - Tanaman lidah mertua tak hanya dikenal sebagai tanaman hias. Tanaman yang memiliki da.
Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk
PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .








