• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Lifestyle

Tanda Psikopat pada Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua

Redaksi

Sabtu, 02 September 2023 07:30:00 WIB
Cetak
Tanda Psikopat pada Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua
int

Anak-anak sering digambarkan sebagai bocah yang polos. Namun siapa sangka, anak pun dapat berperilaku kejam dan kasar layaknya orang dewasa.

Mereka mungkin tidak menunjukkan kekejamannya terus-terusan, tetapi ternyata ada beberapa ciri psikopat yang bisa Anda lihat pada anak. Dalam terminologi kejiwaan saat ini, pola tersebut secara umum dikenal dengan istilah Antisocial Personality Disorder (APD).

Baca Juga :
  • Ini Lima Hal Kecil yang Buat Anak Lebih Sukses di Masa Depan
  • Tips Mendidik Anak Agar Sukses, Ucapkan 5 Hal Ini
  • Rahasia Masa Depan Anak Bahagia & Sukses

Pada 2013, American Psychiatric Association menggambarkan APD sebagai gangguan perilaku dengan sifat tidak berperasaan dan tidak emosional untuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas dalam manual diagnostiknya. Ini adalah kondisi serius yang mencerminkan defisit interpersonal. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan perilaku berbahaya.

Namun, orang dengan psikopat seringkali disalahpahami. Mereka sering digambarkan sebagai pembunuh massal seperti di film. Faktanya, beberapa penderita psikopat kemudian menjadi wirausahawan dan pemimpin bisnis yang sukses.

Melansir Very Well Family, sebuah penelitian memperkirakan bahwa sekitar 3% pemimpin bisnis sebenarnya menderita psikopat. Peneliti memperkirakan sekitar 1% populasi orang dewasa memenuhi kriteria psikopat. 

Tanda anak psikopat

Sebuah studi pada 2016 yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Michigan menunjukkan bahwa tanda-tanda awal psikopati dapat dilihat pada anak-anak berusia 2 tahun. Bahkan pada usia ini, mereka menunjukkan perbedaan dalam empati dan hati nurani.

Studi tersebut menilai perilaku tidak berperasaan dan tidak emosional (CU) pada anak usia 2 hingga 4 tahun berdasarkan ciri berikut:

1. Anak tidak tampak bersalah setelah melakukan kesalahan

2. Hukuman tidak mengubah perilaku anak Anda

3. Anak egois/tidak mau berbagi

4. Anak sering berbohong

5. Anak licik dan mencoba menyakiti Anda

Para peneliti menindaklanjuti anak-anak tersebut lagi ketika mereka berusia 9 tahun. Mereka menemukan bahwa anak-anak yang paling banyak menunjukkan masalah perilaku saat balita atau anak prasekolah, lebih cenderung menunjukkan masalah perilaku yang berhubungan dengan psikopat di kemudian hari di masa kanak-kanak.

Seorang anak dengan psikopat menunjukkan ciri-ciri yang mirip dengan orang dewasa yang menderita psikopat. Misalnya, mereka mungkin melakukan tindakan menyakiti hewan atau mencoba membunuh hewan untuk kesenangan.

Remaja terkadang melakukan tindakan menyakiti dan membunuh hewan demi kepuasan seksual. Hal ini sering terjadi pada gangguan psikopati/perilaku dan gangguan kepribadian antisosial.

Diagnosa psikopat

Tidak ada satu tes pun yang menunjukkan bahwa seorang anak mungkin menderita psikopat, namun psikolog memiliki beberapa tes untuk membantu mereka menilai dan mengukur gejala yang dialami anak.

Salah satu penilaian yang paling umum digunakan adalah Youth Psychopathic Traits Inventory (YPI). Instrumen ini merupakan instrumen self-report, artinya remaja diberikan tes dan diminta menjawab pertanyaan tentang dirinya. Ini dimaksudkan untuk mengukur ciri-ciri kepribadian, bukan perilaku.

Tes ini menilai gejala-gejala berikut:

Tidak jujur

Narsisme

Berbohong

Manipulasi

Sifat tidak berperasaan

Tidak emosional

Tidak punya belas kasih

Impulsif

Mencari sensasi

Tidak bertanggungjawab


Sumber : cnbcindonesia.com /

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Lifestyle

25 Tahun L-Men, Perluas Gerakan Gaya Hidup Sehat Lewat Komunitas dan Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:22:31 WIB

PEKANBARU - L-Men memperluas keterlibatannya dalam gerakan gaya hidup sehat melalui dukungan terh.

Lifestyle

L-Men Perkuat Strategi Bisnis Lewat Inovasi Berbasis Sains

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:31:00 WIB

PEKANBARU - L-Men menandai 25 tahun perjalanan di industri nutrisi pria dengan memperkuat inovasi.

Lifestyle

Hermina Soroti Golden Period 60 Menit, Integrasi dengan Jasa Raharja Disiapkan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:33:53 WIB

PEKANBARU - Penanganan korban kecelakaan lalu lintas pada 60 menit pertama atau golden period men.

Lifestyle

Jasa Raharja Integrasikan Sistem Rumah Sakit, Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:09:06 WIB

PEKANBARU - Proses penjaminan biaya perawatan korban kecelakaan lalu lintas ditargetkan lebih cep.

Lifestyle

Lidah Mertua Tak Sekadar Tanaman Hias, Disebut Bantu Bersihkan Udara di Rumah

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:10:05 WIB

Pekanbaru - Tanaman lidah mertua tak hanya dikenal sebagai tanaman hias. Tanaman yang memiliki da.

Lifestyle

Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk

Senin, 21 September 2026 - 10:57:37 WIB

PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Walikota Tekankan Satpol PP Pekanbaru Humanis dalam Penegakan Ketertiban
31 Oktober 2026
MTQ Kecamatan di Pekanbaru Jadi Momentum Perkuat Syiar Alquran
31 Oktober 2026
Pesantren di Pekanbaru Didorong Garap Lahan Kosong Jadi Sentra Pertanian
31 Oktober 2026
Pemko Pekanbaru Gandeng MDI, 1.000 Mubaligh Jadi Garda Edukasi HIV/AIDS
31 Oktober 2026
Walikota Agung Siapkan Crossing Drainase di Jalan Sudirman, Atasi Luapan Air Depan RS Awal Bros
30 Oktober 2026
Atlet Bina Muda Pekanbaru Borong 14 Emas di Medan
30 Oktober 2026
Akses Danau Buatan Rumbai Jadi Perhatian, Pemko Siapkan Pengaspalan Jalan Lingkar
30 Oktober 2026
Walikota Serahkan Ijazah yang Sempat Tertahan, Pastikan Hak Pendidikan Anak Terpenuhi
30 Oktober 2026
Bina Muda Pekanbaru Bawa Pulang Dua Gelar Juara Umum dari Medan
30 Oktober 2026
Hampir 20 Ribu Siswa Pekanbaru Terima Seragam Gratis, Ringankan Beban Orangtua
29 Oktober 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Atlet Bina Muda Pekanbaru Borong 14 Emas di Medan
  • 2 Pasokan Gas Terganggu, Pekanbaru Berpotensi Alami Pemadaman Listrik Bergilir hingga 3 November
  • 3 Forum LSM Riau Bersatu Desak OJK Periksa BRI Pekanbaru, Dugaan Instruksi Penagihan Hari Libur
  • 4 Dishub Pekanbaru Manfaatkan CCTV untuk Tegur Pelanggar Lalu Lintas
  • 5 Terindikasi Abaikan Aturan OJK, BRI Pekanbaru Instruksikan Penagihan Hari Libur
  • 6 OJK Riau: Perlindungan Nasabah Tak Berarti Membebaskan Debitur dari Kewajiban
  • 7 FIFGROUP Edukasi 85 Siswa SMKN 4 Pekanbaru, Bekali Generasi Muda Kelola Keuangan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved