• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • Otomotif
  • More
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Lifestyle

37 Tahun Kopi Meranti Tanpa Nama, Kini Liberika Jadi Peluang Bisnis

Redaksi

Rabu, 27 Mei 2026 | 17:01:42 WIB
Cetak
37 Tahun Kopi Meranti Tanpa Nama, Kini Liberika Jadi Peluang Bisnis
Pemilik Erber Coffee memperlihatkan kopi Liberika Riau dalam sebuah iven di kota Dumai, baru-baru ini.

PEKANBARU - Kopi bukan sekadar minuman, tetapi telah menjadi bagian dari perjalanan hidup banyak orang di Indonesia. Di Kepulauan Meranti, Riau, kisah panjang itu tumbuh dari kebun-kebun sederhana hingga kini menjelma menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Dibalik cerita itu, ada nama Sunyoto, petani kopi asal Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, pria 63 tahun akrab disapa Nyoto ini sudah bersentuhan dengan kopi sejak lebih dari empat dekade. Namun menariknya, selama puluhan tahun kopi yang ia tanam tidak pernah benar-benar memiliki identitas yang jelas.

“Kurang lebih 37 tahun kopi yang kami tanam itu tidak ada nama. Petani hanya menanam tanpa tahu jenis,” ujar Nyoto mengenang masa awal perjuangan.

Perjalanan kopi Meranti mulai berubah ketika perhatian lembaga riset pertanian datang sekitar 2010. Tim dari Balai Penelitian Tanaman Industri Bogor melakukan pengambilan sampel dan penelitian terhadap tanaman kopi di wilayah tersebut. Hasilnya mengejutkan sekaligus membanggakan, kopi yang tumbuh di Meranti merupakan jenis Liberika.

Sejak saat itu, identitas kopi Meranti mulai terbentuk. Dari yang sebelumnya hanya komoditas lokal tanpa label, kini perlahan dikenal sebagai salah satu kopi khas Riau yang memiliki karakter kuat dan berbeda dari Arabika maupun Robusta.

Dari Pulau Kecil ke Pasar Malaysia

Sunyoto juga bercerita bahwa kopi Meranti sudah lama memiliki pasar tersendiri, bahkan sejak era 1980-an. Letak geografis Kepulauan Meranti yang dekat dengan Malaysia membuat jalur perdagangan lintas negara menjadi hal yang lumrah.

“Akses ke Malaysia hanya sekitar dua jam lewat Selat Malaka. Jadi sejak dulu kopi sudah menembus pasar di sana,” katanya.

Sebaliknya, distribusi ke ibu kota provinsi, Pekanbaru, justru membutuhkan waktu perjalanan lebih lama. Kondisi transportasi yang belum memadai pada masa itu menjadi tantangan tersendiri bagi petani.

“Kalau ke Pekanbaru bisa setengah hari perjalanan. Itu sangat mempengaruhi distribusi,” tambahnya.

Menariknya, tingginya minat terhadap kopi Meranti di Malaysia juga tidak lepas dari faktor sejarah. Bibit kopi yang dulu dibawa perantau dari Malaysia ke Meranti kemudian dibudidayakan secara turun-temurun di Desa Kedabu Rapat hingga berkembang luas di kawasan kepulauan tersebut.

Dukungan Bank Indonesia dan Jalan Baru Petani Kopi

Perubahan besar dalam perjalanan kopi Meranti tidak hanya datang dari riset, tetapi juga dari dukungan berbagai pihak. Nyoto mengaku mendapat banyak bantuan dari Bank Indonesia, mulai dari pelatihan, promosi, hingga kesempatan mengikuti berbagai kegiatan di luar provinsi.

“Bank Indonesia memfasilitasi saya untuk ikut iven di luar Riau seperti Kalimantan, juga belajar kopi di Sumatra Barat,” ujar Nyoto.

Dukungan itu membuat dirinya kini tidak hanya dikenal sebagai petani, tetapi juga pembicara dalam berbagai forum kopi, termasuk dalam kegiatan pengenalan kopi yang digelar di salah satu hotel di Kota Dumai, baru-baru ini.

Liberika Meranti, Dari Kebun ke Cangkir Premium

Di Pekanbaru, kopi Liberika kini mulai menemukan panggungnya. Salah satu penggiatnya Abdurrahman, yang mengembangkan dan memasarkan kopi ini melalui Erber Coffee di Jalan Sultan Syarif Qasim.

Ia fokus meracik kopi Liberika dengan cita rasa yang lebih halus dan modern, tanpa meninggalkan karakter khas yang kuat dan beraroma tajam.

“Yang penting racikan pas, supaya bisa diterima lebih luas, terutama penikmat kopi di kota,” ujar Abdurrahman.

Kini, kopi yang dulu hanya ditanam tanpa nama selama puluhan tahun itu perlahan naik kelas. Dari kebun-kebun di pulau kecil di pesisir Riau, Liberika Meranti mulai menembus pasar yang lebih luas, membawa harapan baru bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Sebuah perjalanan panjang yang membuktikan bahwa dari tanah sederhana pun, bisa lahir cerita besar tentang rasa, ketekunan, dan peluang ekonomi yang tak pernah benar-benar kecil*


[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Lifestyle

AHM Best Student 2026 Regional Riau Sukses Digelar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:39:00 WIB

PEKANBARU - Ajang Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2026 tingkat Regional Riau sukses digela.

Lifestyle

346 Guru PJOK Lulus NPET 2026, Dorong Budaya Hidup Sehat di Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:03:52 WIB

Tantangan gaya hidup anak dan remaja Indonesia semakin kompleks. Pola makan yang belum seimbang, .

Lifestyle

Capella Honda Riau Bawa Pulang Tiga Gelar Nasional AHSRIC 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 13:08:39 WIB

PEKANBARU - Komitmen PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau dalam membangun budaya keselamatan b.

Lifestyle

Capella Honda Aceh Ikut Angkat Prestasi Nasional

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 12:53:00 WIB

PEKANBARU - Prestasi Capella Honda di panggung nasional tak hanya datang dari Riau. Regional Aceh.

Lifestyle

Sambut HUT RI, Capella Honda Riau Gelar Lomba Hias Gapura Berhadiah Puluhan Juta

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:39:50 WIB

PEKANBARU - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Capella Honda Riau menggel.

Lifestyle

Hadir di Pekanbaru, HiLo Strong Fest 2026 Cegah Sarcopenia

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:08:00 WIB

PEKANBARU - HiLo kembali menggelar HiLo Strong Fest 2026 di The Zuri Hotel Pekanbaru sebagai bagi.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
16 September 2026
Batas Pinjaman di Tiga Pindar Dihapus, Risiko Gali Lubang Disorot
16 September 2026
OJK Izinkan Dua BPR Cempaka Bergabung
15 September 2026
Lima Hari di Mal SKA, Honda AT Family Day Banjir Peminat
15 September 2026
ISPU Sangat Tidak Sehat, Besok Sekolah Pekanbaru Kembali PJJ
15 September 2026
Udara Pekanbaru Memburuk, PJJ Belum Diterapkan
15 September 2026
ISPU 178,3, Sekolah di Pekanbaru Perlu Waspada
15 September 2026
Udara Pekanbaru Kembali Sangat Tidak Sehat
15 September 2026
DJP Riau Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak SMP di Pekanbaru
14 September 2026
Ekonomi Pekanbaru Tumbuh 7,39 Persen, Tertinggi di Indonesia
14 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 93,7 Mikrogram Permeter Kubik
  • 2 Pekanbaru Masih Gelap, Kualitas Udara Tidak Sehat
  • 3 Jaringan MyRepublic di Pekanbaru Dikeluhkan, Gangguan Berulang hingga Dua Hari
  • 4 Kualitas Udara Pekanbaru Buruk, Disdik Terapkan Belajar Jarak Jauh
  • 5 Pemko Pekanbaru Siapkan Rp3,6 Miliar Atasi Genangan di Marpoyan Damai
  • 6 Paskibraka Pekanbaru Diberangkatkan ke Jogja, Walikota Apresiasi Perjuangan dan Dedikasi
  • 7 Drainase Rusak 2,5 Tahun, Pemko Pekanbaru Turun Tangan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved