37 Tahun Kopi Meranti Tanpa Nama, Kini Liberika Jadi Peluang Bisnis
PEKANBARU - Kopi bukan sekadar minuman, tetapi telah menjadi bagian dari perjalanan hidup banyak orang di Indonesia. Di Kepulauan Meranti, Riau, kisah panjang itu tumbuh dari kebun-kebun sederhana hingga kini menjelma menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Dibalik cerita itu, ada nama Sunyoto, petani kopi asal Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, pria 63 tahun akrab disapa Nyoto ini sudah bersentuhan dengan kopi sejak lebih dari empat dekade. Namun menariknya, selama puluhan tahun kopi yang ia tanam tidak pernah benar-benar memiliki identitas yang jelas.
“Kurang lebih 37 tahun kopi yang kami tanam itu tidak ada nama. Petani hanya menanam tanpa tahu jenis,” ujar Nyoto mengenang masa awal perjuangan.
Perjalanan kopi Meranti mulai berubah ketika perhatian lembaga riset pertanian datang sekitar 2010. Tim dari Balai Penelitian Tanaman Industri Bogor melakukan pengambilan sampel dan penelitian terhadap tanaman kopi di wilayah tersebut. Hasilnya mengejutkan sekaligus membanggakan, kopi yang tumbuh di Meranti merupakan jenis Liberika.
Sejak saat itu, identitas kopi Meranti mulai terbentuk. Dari yang sebelumnya hanya komoditas lokal tanpa label, kini perlahan dikenal sebagai salah satu kopi khas Riau yang memiliki karakter kuat dan berbeda dari Arabika maupun Robusta.
Dari Pulau Kecil ke Pasar Malaysia
Sunyoto juga bercerita bahwa kopi Meranti sudah lama memiliki pasar tersendiri, bahkan sejak era 1980-an. Letak geografis Kepulauan Meranti yang dekat dengan Malaysia membuat jalur perdagangan lintas negara menjadi hal yang lumrah.
“Akses ke Malaysia hanya sekitar dua jam lewat Selat Malaka. Jadi sejak dulu kopi sudah menembus pasar di sana,” katanya.
Sebaliknya, distribusi ke ibu kota provinsi, Pekanbaru, justru membutuhkan waktu perjalanan lebih lama. Kondisi transportasi yang belum memadai pada masa itu menjadi tantangan tersendiri bagi petani.
“Kalau ke Pekanbaru bisa setengah hari perjalanan. Itu sangat mempengaruhi distribusi,” tambahnya.
Menariknya, tingginya minat terhadap kopi Meranti di Malaysia juga tidak lepas dari faktor sejarah. Bibit kopi yang dulu dibawa perantau dari Malaysia ke Meranti kemudian dibudidayakan secara turun-temurun di Desa Kedabu Rapat hingga berkembang luas di kawasan kepulauan tersebut.
Dukungan Bank Indonesia dan Jalan Baru Petani Kopi
Perubahan besar dalam perjalanan kopi Meranti tidak hanya datang dari riset, tetapi juga dari dukungan berbagai pihak. Nyoto mengaku mendapat banyak bantuan dari Bank Indonesia, mulai dari pelatihan, promosi, hingga kesempatan mengikuti berbagai kegiatan di luar provinsi.
“Bank Indonesia memfasilitasi saya untuk ikut iven di luar Riau seperti Kalimantan, juga belajar kopi di Sumatra Barat,” ujar Nyoto.
Dukungan itu membuat dirinya kini tidak hanya dikenal sebagai petani, tetapi juga pembicara dalam berbagai forum kopi, termasuk dalam kegiatan pengenalan kopi yang digelar di salah satu hotel di Kota Dumai, baru-baru ini.
Liberika Meranti, Dari Kebun ke Cangkir Premium
Di Pekanbaru, kopi Liberika kini mulai menemukan panggungnya. Salah satu penggiatnya Abdurrahman, yang mengembangkan dan memasarkan kopi ini melalui Erber Coffee di Jalan Sultan Syarif Qasim.
Ia fokus meracik kopi Liberika dengan cita rasa yang lebih halus dan modern, tanpa meninggalkan karakter khas yang kuat dan beraroma tajam.
“Yang penting racikan pas, supaya bisa diterima lebih luas, terutama penikmat kopi di kota,” ujar Abdurrahman.
Kini, kopi yang dulu hanya ditanam tanpa nama selama puluhan tahun itu perlahan naik kelas. Dari kebun-kebun di pulau kecil di pesisir Riau, Liberika Meranti mulai menembus pasar yang lebih luas, membawa harapan baru bagi petani dan pelaku usaha lokal.
Sebuah perjalanan panjang yang membuktikan bahwa dari tanah sederhana pun, bisa lahir cerita besar tentang rasa, ketekunan, dan peluang ekonomi yang tak pernah benar-benar kecil*
Berita Lainnya +INDEKS
Capella Honda Sediakan Layanan Honda Care, Solusi Sepeda Motor Mogok di Jalan
PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau terus berkomitmen memberikan pelayanan terbai.
Capella Honda Beri Tips Mudik Roda Dua, Selalu Cari Aman di Jalan
Fenomena mudik menggunakan sepeda motor seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Lebaran.
Tingkatkan Silaturahmi, Capella Honda Buka Puasa Bersama Konsumen
PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau menggelar buka puasa bersama konsumen setia, .
Potret Raihan dan Farah Sewaktu KKN
PEKANBARU - Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih peribahasa ini tak lepas dari setiap.
Berlebihan Tidur Saat Puasa Bikin Buncit, Ini 4 Cara Atur Polanya
Banyak orang yang mengisi waktu puasa dengan tidur. Kerap kali, itu dilakukan untuk menghindari r.
CDN Beri Tips Berkendara saat Ramadan
PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau, gencar sosialisasi keselamatan berkendara. K.








