Jumlah Tabungan Ideal saat Usia 30 Tahun Menurut Ahli Keuangan
Menginjak usia 30 tahun menjadi momen reflektif bagi banyak orang, terutama soal kondisi keuangan pribadi. Tak sedikit yang mulai mempertanyakan sudah cukupkah tabungan untuk masa depan saat ini?
Di usia 20-an, menabung sering kali bukan prioritas utama. Gaji awal karier yang pas-pasan, biaya hidup tinggi, hingga cicilan utang jadi alasan umum. Namun saat memasuki usia 30, para pakar keuangan menyarankan agar kita mulai lebih fokus pada tujuan jangka panjang, dari melunasi utang konsumtif hingga menyiapkan tabungan pensiun.
Menurut Fidelity Investments, seseorang idealnya memiliki tabungan setara satu kali gaji tahunan ketika memasuki usia 30. Sementara itu, perencana keuangan Lauryn Williams memberikan panduan yang lebih fleksibel: cukup menyisihkan 20% dari pendapatan kotor per bulan.
"Saya rasa 20% itu angka yang masuk akal, walau tidak mudah, apalagi jika sudah punya tanggungan seperti biaya daycare anak," ujar Williams seperti dikutip Yahoo Finance, Kamis (19/6/2025).
Pengamat keuangan sekaligus penulis, Tony Steuer menyebut target tabungan tiap orang berbeda. "Jika Anda baru mulai di usia 30-an, masih ada waktu untuk mengejar. Jangan tergoda mengejar ketertinggalan dengan investasi berisiko tinggi," ujarnya.
Berikut beberapa langkah prioritas menurut para ahli:
1. Lunasi utang berbunga tinggi
Sebelum agresif menabung, pastikan utang kartu kredit atau cicilan konsumtif dengan bunga tinggi diselesaikan. Bunga tinggi bisa menggerus hasil investasi Anda.
"Jika Anda memiliki rekening pensiun yang memberikan imbal hasil konservatif sebesar 5% atau 6%, tetapi pada saat yang sama Anda membayar utang kartu kredit dengan bunga 11%, Anda perlu melunasi utang Anda terlebih dahulu, atau Anda hanya akan kehilangan uang dengan menempatkan dana tersebut ke dalam rekening pensiun Anda," kata Steuer mengingatkan.
2. Miliki dana darurat
Setelah utang terkelola, sisihkan dana darurat minimal 3-6 bulan pengeluaran untuk menghindari kembali ke jeratan utang saat krisis datang.
"Motto saya adalah prioritaskan tabungan pensiun Anda, dan Anda tidak akan pernah kecewa," kata Williams. "Jika Anda tidak bisa mengisi kedua tabungan tersebut, fokuslah pada melunasi utang konsumen Anda dan kemudian buatlah dana darurat untuk menghindari terjebak dalam lingkaran utang saat terjadi keadaan darurat," katanya lagi.
3. Tentukan target tabungan bulanan
Memiliki target dapat membantu Anda lebih konsisten menabung. Mulailah dengan target yang kecil, misalnya menabung 15% dari gaji, lalu perlahan-lahan tingkatkan target tersebut.
4. Langsung transfer ke tabungan
Segera memindahkan uang ke tabungan membantu melawan lifestyle creep, yaitu kebiasaan naik gaya hidup saat pendapatan meningkat.
Berita Lainnya +INDEKS
Dukung Pertumbuhan UMKM, NutriSari Hadirkan Program Grow with NutriSari
PEKANBARU - Sebagai merek lokal Indonesia yang telah hadir selama lebih dari 45 tahun, NutriSari,.
Cek Sebelum Berobat, 21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan dibentuk sebagai bagian dari program jaminan kesehatan nasional untuk memastikan s.
5 Agenda Wisata Riau Masuk Karisma Event Nusantara 2026
Pekanbaru - Kabar gembira berhembus membawa harum prestasi bagi Bumi Lancang Kuning. Sebanyak lim.
7 Makanan Ini Bikin Ginjal Kerja Lebih Keras, Banyak Orang Gak Sadar
Ginjal punya peran vital dalam menjaga tubuh tetap sehat. Organ ini bekerja menyaring darah, memb.
5 Tips Mendidik Anak agar Cerdas dari Ahli Harvard
Banyak orang tua berharap anaknya tumbuh menjadi orang yang cerdas, namun proses tersebut tidak b.
7 Waktu Terbaik Minum Air Kelapa agar Manfaatnya Maksimal
Air kelapa merupakan minuman menyegarkan yang populer di banyak negara tropis, termasuk Indonesia.







