• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • Otomotif
  • Daerah
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • More
    • Nasional
    • Olahraga
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Internasional
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Lifestyle

Kombinasi Makanan yang Bikin Perut Kembung, Jangan Sembarangan

Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 | 09:19:37 WIB
Cetak
Kombinasi Makanan yang Bikin Perut Kembung, Jangan Sembarangan

Kembung setelah makan adalah masalah umum, yang sering dikaitkan dengan makan berlebihan atau mengonsumsi makanan tertentu. Namun, masalahnya tidak selalu terletak pada apa yang Anda makan, tapi juga bisa karena berbagai makanan tertentu yang dikonsumsi secara bersamaan.

Kombinasi makanan tertentu dapat memperlambat pencernaan, meningkatkan fermentasi di usus, dan menyebabkan pembentukan gas berlebih, yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan perut terasa berat. Bahkan makanan yang tampak sehat, seperti buah dengan yoghurt atau salad kaya protein, dapat menyebabkan kembung jika bahan-bahannya dicerna dengan kecepatan yang berbeda.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di PubMed Central berjudul "Efek Kombinasi Makanan dan Pencernaannya terhadap Kapasitas Antioksidan Total", berbagai makanan yang dikonsumsi bersamaan dapat mengubah efisiensi pencernaan, fermentasi, dan pelepasan nutrisi.

Penelitian ini mendukung gagasan bahwa perpaduan makanan tertentu, seperti pati dengan susu atau buah dengan protein, dapat memperlambat pencernaan dan memengaruhi penyerapan nutrisi, yang berpotensi menyebabkan kembung atau ketidaknyamanan jika kombinasinya tidak seimbang.

Berikut 3 kombinasi makanan yang membuat perut kembung cara mengatasinya melansir Times of India.

1. Produk Susu dan Pati
Pizza atau bagel dengan krim keju, keduanya dapat dengan mudah menyebabkan gangguan pencernaan. Produk susu, seperti keju dan susu, membutuhkan waktu untuk dicerna karena mengandung protein dan lemak kompleks. Ketika dikombinasikan dengan makanan bertepung seperti roti, pasta, atau kulit lumpia, proses pencernaan akan semakin melambat.

Ketika pati berada di saluran pencernaan terlalu lama, pati akan mulai berfermentasi. Fermentasi ini menghasilkan gas, yang menyebabkan kembung, rasa berat, dan terkadang nyeri.

Hasilnya adalah rasa lesu setelah makan yang dialami kebanyakan orang setelah menyantap pizza atau roti lapis penuh keju.

Untuk mengurangi efek ini, padukan produk susu dengan sayuran pahit seperti kangkung, arugula, atau endive, alih-alih roti atau makanan bertepung lainnya. Sayuran pahit secara alami merangsang produksi empedu, membantu tubuh memecah lemak lebih efektif dan mendukung pencernaan yang lebih lancar.

Jika Anda menyukai keju, pilihlah pilihan organik yang terbuat dari susu kambing atau domba, karena cenderung lebih lembut di perut. Susu kambing atau domba mengandung lebih sedikit laktosa dan memiliki protein yang lebih mudah dicerna daripada yang terdapat dalam susu sapi.

2. Buah dan protein atau pati
Buah kaya akan gula dan serat alami, sehingga lebih cepat dicerna jika dimakan begitu saja. Namun, memadukan buah dengan makanan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, seperti protein atau makanan bertepung, dapat mengganggu proses ini.

Ketika buah dimakan dengan makanan kaya protein seperti telur, yoghurt, atau daging, atau segera setelah makan berat, gula buah tetap berada di perut sementara makanan lain masih dipecah.

Penundaan ini menyebabkan fermentasi, yang mengakibatkan gas berlebih dan perut kembung.

Banyak orang melakukan kesalahan ini tanpa menyadarinya, seperti mengonsumsi buah sebagai hidangan penutup atau menggabungkannya dengan protein saat sarapan. Bahkan pilihan yang tampak sehat seperti yoghurt dengan topping buah dapat menyebabkan kembung bagi mereka yang pencernaannya sensitif.

Nikmati buah begitu saja atau tunggu setidaknya 30 hingga 60 menit setelah makan utama sebelum memakannya. Ini memberi sistem pencernaan Anda cukup waktu untuk memproses makanan yang lebih berat terlebih dahulu, sehingga buah dapat melewatinya lebih mudah tanpa fermentasi.

Jika Anda lebih suka makan buah di pagi hari, cobalah memakannya terlebih dahulu, lalu tunggu sebentar sebelum mengonsumsi telur, oat, atau makanan sarapan lainnya. Perubahan sederhana ini dapat sangat mengurangi kembung, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan membantu menjaga tingkat energi yang seimbang sepanjang hari.

3. Protein dan protein
Meskipun protein sangat penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan, menggabungkan beberapa sumber protein dalam satu kali makan dapat menyulitkan sistem pencernaan Anda. Protein membutuhkan energi yang signifikan dan enzim spesifik untuk dipecah.

Ketika dua atau lebih jenis protein dimakan bersamaan, seperti ayam dengan kacang-kacangan atau telur dengan daging, tubuh harus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk mencernanya.

Hal ini dapat memperlambat seluruh proses pencernaan, membuat Anda merasa kenyang, berat, dan kembung lama setelah makan. Ini bukan tentang menghindari protein, tetapi tentang memberi tubuh Anda kombinasi yang lebih sederhana untuk diproses secara efisien.

Pastikan hanya satu sumber protein utama per makan, seperti ikan, ayam, telur, tahu, atau lentil dan padukan dengan banyak sayuran.

Sayuran non-tepung, termasuk sayuran berdaun hijau, zukini, mentimun, dan paprika, melengkapi protein apa pun dan membantu pencernaan. Makanan seimbang seperti salmon panggang dengan sayuran kukus atau telur di atas salad kale akan jauh lebih mudah dicerna daripada hidangan protein ganda.

Merasa kembung tidak selalu disebabkan oleh makan terlalu banyak; seringkali disebabkan oleh bagaimana makanan tersebut dipadukan. Kombinasi yang buruk dapat menyebabkan fermentasi, gas, dan pencernaan yang lambat, sementara kombinasi yang seimbang membantu tubuh memproses nutrisi secara efisien.

Untuk mendukung sistem pencernaan yang lebih sehat dan ringan, cobalah makan buah secara terpisah, hindari mencampur beberapa protein dalam satu kali makan, dan padukan produk susu dengan sayuran hijau. Perubahan kecil yang disadari ini dapat membuat perbedaan yang nyata dalam seberapa berenergi dan nyaman Anda setelah makan.


Sumber : cnbcindonesia.com /

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Lifestyle

Tingkatkan Silaturahmi, Capella Honda Buka Puasa Bersama Konsumen

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:32:22 WIB

PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau menggelar buka puasa bersama konsumen setia, .

Lifestyle

Potret Raihan dan Farah Sewaktu KKN

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:15:01 WIB

PEKANBARU - Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih peribahasa ini tak lepas dari setiap.

Lifestyle

Berlebihan Tidur Saat Puasa Bikin Buncit, Ini 4 Cara Atur Polanya

Selasa, 24 Februari 2026 - 07:35:54 WIB

Banyak orang yang mengisi waktu puasa dengan tidur. Kerap kali, itu dilakukan untuk menghindari r.

Lifestyle

CDN Beri Tips Berkendara saat Ramadan

Jumat, 20 Februari 2026 - 16:16:48 WIB

PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau, gencar sosialisasi keselamatan berkendara. K.

Lifestyle

Rigina dan Nagita Asal Pekanbaru Harumkan Indonesia Ajang Musik Internasional di Singapura

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:41:26 WIB

PEKANBARU - Pertengahan Februari 2026, nama Indonesia, khususnya Provinsi Riau kembali menggema d.

Lifestyle

Menguatnya Swasensor Melahirkan “Tabu Baru” dalam Kerja Pers

Ahad, 15 Februari 2026 - 13:14:11 WIB

Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mencatat tren menguatnya praktik swasensor dikalangan jurn.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Harga Minyak Goreng dan Bawang di Pekanbaru Stabil
21 Maret 2026
Pawai Takbir Idulfitri 1447 Hijriah di Pekanbaru Meriah
21 Maret 2026
Walikota Pekanbaru Salat Idulfitri di Lapangan Hang Jebat, Ada Hadiah Umroh
20 Maret 2026
CDN Riau Sukses Gelar Honda AT Family Day di Pekanbaru
20 Maret 2026
Daftar Kendaraan yang Dilarang Masuk Tol Pekanbaru - Dumai selama Arus Mudik 2026
20 Maret 2026
Disnaker Pekanbaru Sudah Terima Belasan Aduan THR
17 Maret 2026
Kabar Gembira Petani Riau: Harga TBS Umur 9 Tahun Capai Nilai Tinggi Rp3.842
17 Maret 2026
Pemerintah Pekanbaru Ingatkan Pengelola Ritel Modern Jangan Jual Sembako Diatas HET
16 Maret 2026
Tumbuh Positif, Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
16 Maret 2026
Gelar Hijabers Serenity Ride, Capella Honda Piknik bersama Puluhan Bikers Wanita
16 Maret 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Pemkab Siak Tetap Bayarkan TPP dan THR ASN, Nominal Disesuaikan
  • 2 Walikota Agung: Target Utama Pemasangan Wifi Gratis Seluruh Halte di Pekanbaru
  • 3 Ini Rincian Lengkap Besaran Zakat Fitrah di Pekanbaru Berdasarkan Jenis Beras
  • 4 Awasi Aktivitas Restoran saat Ramadan, Satpol PP Datangi Mal SKA dan Living Word
  • 5 Ramadan dan Idulfitri Tahun Ini, Bank Indonesia Siapkan Rp185,6 Triliun
  • 6 Pemko Pekanbaru Tak Kunjung Bayar Gaji Tenaga Alih Daya, Netizen: Sahur Pakai Indomie
  • 7 Disdik Klaim Pekanbaru Satu-satunya Daerah di Riau Berani Gaji PPPK PW Diatas UMR

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved