Kombinasi Makanan yang Bikin Perut Kembung, Jangan Sembarangan
Kembung setelah makan adalah masalah umum, yang sering dikaitkan dengan makan berlebihan atau mengonsumsi makanan tertentu. Namun, masalahnya tidak selalu terletak pada apa yang Anda makan, tapi juga bisa karena berbagai makanan tertentu yang dikonsumsi secara bersamaan.
Kombinasi makanan tertentu dapat memperlambat pencernaan, meningkatkan fermentasi di usus, dan menyebabkan pembentukan gas berlebih, yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan perut terasa berat. Bahkan makanan yang tampak sehat, seperti buah dengan yoghurt atau salad kaya protein, dapat menyebabkan kembung jika bahan-bahannya dicerna dengan kecepatan yang berbeda.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan di PubMed Central berjudul "Efek Kombinasi Makanan dan Pencernaannya terhadap Kapasitas Antioksidan Total", berbagai makanan yang dikonsumsi bersamaan dapat mengubah efisiensi pencernaan, fermentasi, dan pelepasan nutrisi.
Penelitian ini mendukung gagasan bahwa perpaduan makanan tertentu, seperti pati dengan susu atau buah dengan protein, dapat memperlambat pencernaan dan memengaruhi penyerapan nutrisi, yang berpotensi menyebabkan kembung atau ketidaknyamanan jika kombinasinya tidak seimbang.
Berikut 3 kombinasi makanan yang membuat perut kembung cara mengatasinya melansir Times of India.
1. Produk Susu dan Pati
Pizza atau bagel dengan krim keju, keduanya dapat dengan mudah menyebabkan gangguan pencernaan. Produk susu, seperti keju dan susu, membutuhkan waktu untuk dicerna karena mengandung protein dan lemak kompleks. Ketika dikombinasikan dengan makanan bertepung seperti roti, pasta, atau kulit lumpia, proses pencernaan akan semakin melambat.
Ketika pati berada di saluran pencernaan terlalu lama, pati akan mulai berfermentasi. Fermentasi ini menghasilkan gas, yang menyebabkan kembung, rasa berat, dan terkadang nyeri.
Hasilnya adalah rasa lesu setelah makan yang dialami kebanyakan orang setelah menyantap pizza atau roti lapis penuh keju.
Untuk mengurangi efek ini, padukan produk susu dengan sayuran pahit seperti kangkung, arugula, atau endive, alih-alih roti atau makanan bertepung lainnya. Sayuran pahit secara alami merangsang produksi empedu, membantu tubuh memecah lemak lebih efektif dan mendukung pencernaan yang lebih lancar.
Jika Anda menyukai keju, pilihlah pilihan organik yang terbuat dari susu kambing atau domba, karena cenderung lebih lembut di perut. Susu kambing atau domba mengandung lebih sedikit laktosa dan memiliki protein yang lebih mudah dicerna daripada yang terdapat dalam susu sapi.
2. Buah dan protein atau pati
Buah kaya akan gula dan serat alami, sehingga lebih cepat dicerna jika dimakan begitu saja. Namun, memadukan buah dengan makanan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, seperti protein atau makanan bertepung, dapat mengganggu proses ini.
Ketika buah dimakan dengan makanan kaya protein seperti telur, yoghurt, atau daging, atau segera setelah makan berat, gula buah tetap berada di perut sementara makanan lain masih dipecah.
Penundaan ini menyebabkan fermentasi, yang mengakibatkan gas berlebih dan perut kembung.
Banyak orang melakukan kesalahan ini tanpa menyadarinya, seperti mengonsumsi buah sebagai hidangan penutup atau menggabungkannya dengan protein saat sarapan. Bahkan pilihan yang tampak sehat seperti yoghurt dengan topping buah dapat menyebabkan kembung bagi mereka yang pencernaannya sensitif.
Nikmati buah begitu saja atau tunggu setidaknya 30 hingga 60 menit setelah makan utama sebelum memakannya. Ini memberi sistem pencernaan Anda cukup waktu untuk memproses makanan yang lebih berat terlebih dahulu, sehingga buah dapat melewatinya lebih mudah tanpa fermentasi.
Jika Anda lebih suka makan buah di pagi hari, cobalah memakannya terlebih dahulu, lalu tunggu sebentar sebelum mengonsumsi telur, oat, atau makanan sarapan lainnya. Perubahan sederhana ini dapat sangat mengurangi kembung, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan membantu menjaga tingkat energi yang seimbang sepanjang hari.
3. Protein dan protein
Meskipun protein sangat penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan, menggabungkan beberapa sumber protein dalam satu kali makan dapat menyulitkan sistem pencernaan Anda. Protein membutuhkan energi yang signifikan dan enzim spesifik untuk dipecah.
Ketika dua atau lebih jenis protein dimakan bersamaan, seperti ayam dengan kacang-kacangan atau telur dengan daging, tubuh harus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk mencernanya.
Hal ini dapat memperlambat seluruh proses pencernaan, membuat Anda merasa kenyang, berat, dan kembung lama setelah makan. Ini bukan tentang menghindari protein, tetapi tentang memberi tubuh Anda kombinasi yang lebih sederhana untuk diproses secara efisien.
Pastikan hanya satu sumber protein utama per makan, seperti ikan, ayam, telur, tahu, atau lentil dan padukan dengan banyak sayuran.
Sayuran non-tepung, termasuk sayuran berdaun hijau, zukini, mentimun, dan paprika, melengkapi protein apa pun dan membantu pencernaan. Makanan seimbang seperti salmon panggang dengan sayuran kukus atau telur di atas salad kale akan jauh lebih mudah dicerna daripada hidangan protein ganda.
Merasa kembung tidak selalu disebabkan oleh makan terlalu banyak; seringkali disebabkan oleh bagaimana makanan tersebut dipadukan. Kombinasi yang buruk dapat menyebabkan fermentasi, gas, dan pencernaan yang lambat, sementara kombinasi yang seimbang membantu tubuh memproses nutrisi secara efisien.
Untuk mendukung sistem pencernaan yang lebih sehat dan ringan, cobalah makan buah secara terpisah, hindari mencampur beberapa protein dalam satu kali makan, dan padukan produk susu dengan sayuran hijau. Perubahan kecil yang disadari ini dapat membuat perbedaan yang nyata dalam seberapa berenergi dan nyaman Anda setelah makan.
Berita Lainnya +INDEKS
25 Tahun L-Men, Perluas Gerakan Gaya Hidup Sehat Lewat Komunitas dan Atlet
PEKANBARU - L-Men memperluas keterlibatannya dalam gerakan gaya hidup sehat melalui dukungan terh.
L-Men Perkuat Strategi Bisnis Lewat Inovasi Berbasis Sains
PEKANBARU - L-Men menandai 25 tahun perjalanan di industri nutrisi pria dengan memperkuat inovasi.
Hermina Soroti Golden Period 60 Menit, Integrasi dengan Jasa Raharja Disiapkan
PEKANBARU - Penanganan korban kecelakaan lalu lintas pada 60 menit pertama atau golden period men.
Jasa Raharja Integrasikan Sistem Rumah Sakit, Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan
PEKANBARU - Proses penjaminan biaya perawatan korban kecelakaan lalu lintas ditargetkan lebih cep.
Lidah Mertua Tak Sekadar Tanaman Hias, Disebut Bantu Bersihkan Udara di Rumah
Pekanbaru - Tanaman lidah mertua tak hanya dikenal sebagai tanaman hias. Tanaman yang memiliki da.
Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk
PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .








