Jangan Bunuh Ular Masuk Rumah
jurnalpekan.com - Populasi ular akan bertambah seiring datangnya musim penghujan pada November-Desember juga bertepatan dengan musim telur ular menetas.
Tentu saja hal ini harus diwaspadai, mengingat dalam beberapa tahun terakhir, habitat ular mudah ditemui di area pemukiman warga.
Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia, Aji Rachmat, menyarankan warga untuk tidak membunuh ular yang ditemukan di lingkungan perumahan. Hal ini karena ular merupakan bagian penting dari rantai makanan yang menjaga keseimbangan ekosistem.
"Pelajari, waspadai, tapi jangan bunuh ular, sebab manusia masih perlu ular untuk kelestarian lingkungan di masa depan," kata Aji dilansir dari suara.com, Kamis (12/11/2020).
Tak hanya itu kata dia, untuk menghindari kedatangan ular, warga sebaiknya membersihkan secara rutin area yang kumuh, rimbun, dan tidak tersentuh dengan bekerja bakti bersama ketua RT hingga RW
Selain itu, ada beberapa tips dan trik mengatasi ular masuk ke rumah saat musim penghujan.
Bersihkan rutin area yang rimbun dan tidak tersentuh. Potong rumput tinggi agar ular bergeser keluar kawasan. Jika menemukan telur ular, maka sebaiknya dipindahkan jangan di musnahkan.
Pasang jebakan tikus, kurangi, serta hilangkan tikus di dalam rumah dan di area yang tak terawat. Bau tikus mengundang ular datang. Tak hanya itu, pasang juga lampu penerang di halaman rumah untuk memantau pergerakan satwa di sekitar rumah.
Ular tidak takut pada garam, tali ijuk, sabut kelapa, hingga belerang tabur. Dan ular cenderung menghindari bau menyengat yang tidak alami di ruang tertutup. Misal dengan memasang obat nyamuk elektrik di gudang, memasang semprotan pengharum ruangan otomatis di ruang tertutup. Ular akan mencari udara segar agar daya penciumannya tidak terganggu.
Siapkan alat bantu penanganan ular, misalnya hook, grabstick, tongkat, atau cukup dengan sapu. Juga di siapkan senter agar pergerakan ular terlihat.
Simpan nomor emergency Indonesia Snake Rescue wa.me/628176800446 atau kontak Pemadam Kebakaran terdekat untuk membantu penanganan ular.
Jika ada kasus gigitan, cek dan data kontak Fasilitas Kesehatan terdekat yang menyediakan Serum Anti Bisa Ular (SABU). Siapkan pula alat imobilisasi minimal satu RT/RW siap satu set.
Meskipun hanya 20% ular yang berbisa mematikan, sebaiknya jangan pegang ular jika belum terlatih. Bekali keluarga di rumah, terutama anak anak dan atau asisten rumah tangga, untuk tidak menangkap/membunuh ular yang masuk ke dalam rumah. Segera kontak tim rescue agar tidak terjadi salah penanganan.*
Berita Lainnya +INDEKS
25 Tahun L-Men, Perluas Gerakan Gaya Hidup Sehat Lewat Komunitas dan Atlet
PEKANBARU - L-Men memperluas keterlibatannya dalam gerakan gaya hidup sehat melalui dukungan terh.
L-Men Perkuat Strategi Bisnis Lewat Inovasi Berbasis Sains
PEKANBARU - L-Men menandai 25 tahun perjalanan di industri nutrisi pria dengan memperkuat inovasi.
Hermina Soroti Golden Period 60 Menit, Integrasi dengan Jasa Raharja Disiapkan
PEKANBARU - Penanganan korban kecelakaan lalu lintas pada 60 menit pertama atau golden period men.
Jasa Raharja Integrasikan Sistem Rumah Sakit, Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan
PEKANBARU - Proses penjaminan biaya perawatan korban kecelakaan lalu lintas ditargetkan lebih cep.
Lidah Mertua Tak Sekadar Tanaman Hias, Disebut Bantu Bersihkan Udara di Rumah
Pekanbaru - Tanaman lidah mertua tak hanya dikenal sebagai tanaman hias. Tanaman yang memiliki da.
Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk
PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .








