Kanal

Tol Medan–Pekanbaru Belum Tersambung 2026, Ini Progres Terbaru dan Perkiraan Waktu Tempuh

Keinginan masyarakat untuk melaju mulus dari Medan ke Pekanbaru lewat jalan tol masih harus bersabar.

Hingga Februari 2026, jalur ini memang belum terhubung secara langsung, meski keduanya sama-sama menjadi simpul penting dalam Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Alih-alih satu ruas utuh, pengendara saat ini baru bisa memanfaatkan potongan-potongan tol terpisah di wilayah Sumatera Utara dan Riau.

Meski begitu, progres pembangunan terus bergerak dan memberi gambaran jelas ke mana arah konektivitas Sumatera dalam beberapa tahun ke depan.

Dari sisi Sumatera Utara, pengendara yang berangkat dari Medan sudah dapat menikmati tol hingga wilayah selatan provinsi.

Ruas Medan–Tebing Tinggi–Indrapura–Kisaran kini beroperasi penuh, termasuk segmen Indrapura–Kisaran sepanjang 47,75 km yang diresmikan sejak Oktober 2024.

Sementara itu di Provinsi Riau, jaringan tol justru sudah cukup agresif berkembang.

Ruas Pekanbaru–Dumai sepanjang 131 km telah lama menjadi andalan logistik dan mobilitas antarwilayah.

Ditambah lagi, tol Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar memperkuat akses menuju Sumatera Barat.

Namun, celah panjang di antara kedua provinsi inilah yang membuat perjalanan Medan–Pekanbaru belum bisa sepenuhnya mengandalkan tol.

Salah satu proyek krusial yang tengah dikebut adalah Tol Lingkar Pekanbaru.

Hingga awal 2026, progres konstruksinya telah mencapai sekitar 62 persen dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Tol ini bukan sekadar jalan pintas di dalam kota, melainkan simpul strategis yang akan menghubungkan berbagai arah utama—baik menuju Dumai, Bangkinang, maupun ruas-ruas lanjutan Trans Sumatera.

Karena tol belum tersambung penuh, perjalanan darat Medan–Pekanbaru saat ini masih mengandalkan jalan lintas nasional di sejumlah titik. Waktu tempuh pun belum bisa dipangkas signifikan.

Namun, jika seluruh ruas backbone JTTS ini tersambung nanti—dengan panjang total sekitar 548 km—perjalanan diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 7 jam dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam. Sebuah lompatan besar dibandingkan kondisi saat ini.

Untuk ruas yang sudah beroperasi, tarif tol relatif stabil dan menjadi acuan pengguna:

Tol Pekanbaru–Dumai: sekitar Rp171.500 untuk kendaraan Golongan I

Tol Pekanbaru–Bangkinang: sekitar Rp44.000 (penyesuaian tarif Januari 2025)

Ke depan, tarif antar-ruas akan disesuaikan seiring bertambahnya konektivitas dan layanan.

Pemerintah bersama PT Hutama Karya masih fokus menyelesaikan ruas-ruas krusial, salah satunya Rengat–Pekanbaru yang ditargetkan rampung pada 2026.

Ruas ini diharapkan menjadi penguat konektivitas Riau sekaligus mendekatkan jalur tol dari arah Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Menurut rencana jangka panjang, tol Medan–Pekanbaru baru akan tersambung penuh menuju Pekanbaru pada 2029, dan backbone Trans Sumatera dari ujung ke ujung ditargetkan tembus Medan pada 2031.

Meski belum bisa melaju nonstop dari Medan ke Pekanbaru lewat tol, pembangunan JTTS menunjukkan progres nyata.

Setiap ruas baru yang beroperasi perlahan mengubah pola perjalanan, mempercepat logistik, dan membuka akses ekonomi antarwilayah.

Bagi pengguna jalan, kondisi saat ini memang menuntut kesabaran. Namun jika target pembangunan tercapai, perjalanan lintas Sumatera akan memasuki era baru—lebih cepat, aman, dan efisien.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER