Kanal

Misteri Mayat Dilakban dalam Truk Box di Pekanbaru Terungkap, Polisi Bekuk Komplotan Pembunuh

PEKANBARU - Misteri penemuan mayat pria di dalam mobil box ekspedisi di kawasan pergudangan Jalan SM Amin, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Tiga pelaku pembunuhan berencana telah dibekuk polisi. sementara satu pelaku lain masih buron.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan tim gabungan dari Satreskrim Polresta Pekanbaru, Polsek Payung Sekaki, dan Resmob Polda Riau.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta mengatakan, kasus bermula dari penemuan jenazah korban berinisial HS pada 3 Mei 2026 di dalam mobil truk box ekspedisi. Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan dengan tubuh dan wajah terikat serta dilakban.

“Korban ditemukan dalam kondisi tidak wajar di dalam mobil box ekspedisi. Tangan, badan hingga bagian kepala diikat dan dilakban," kata Muharman dilansir dari riauberantas, Senin (25/5/2026).

Dari hasil penyelidikan intensif, polisi akhirnya mengidentifikasi para pelaku. Pada 21 Mei 2026, tersangka utama berinisial FG ditangkap di wilayah Binjai, Sumatera Utara. Sehari berselang, tersangka ZN diringkus di Kabupaten Langkat. Sementara tersangka AS diamankan di wilayah Mandau, Riau.

Sedangkan satu pelaku lain HN hingga kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO). FG diketahui sebagai sopir mobil ekspedisi sekaligus aktor utama dalam kasus tersebut.

Ia bekerja bersama korban HS mengantarkan barang ekspedisi dari Medan menuju Lampung. Hasil penyelidikan motif pembunuhan para pelaku ingin menguasai isi muatan kendaraan untuk dijual kembali. Namun korban menolak rencana itu sehingga pelaku menyusun skenario seolah-olah terjadi aksi perampokan.

“Motif para pelaku ingin menguasai isi muatan mobil untuk dijual kembali. Namun korban tidak mau mengikuti rencana itu," kata Polisi.

Rencana pembunuhan disebut telah disusun sejak 2 Mei 2026. FG diduga bersekongkol dengan ZN dan HN untuk menghabisi korban. Sementara AS berperan membantu menyediakan tiga gulung lakban serta satu pucuk airsoft gun guna mendukung skenario perampokan palsu itu.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER