6 Cara Agar Bayi Tidak Tertukar di Rumah Sakit
Belum lama ini, masyarakat tengah digemparkan dengan kasus viral terjadi pada seorang ibu di Bogor. Satu tahun lalu, ada dua orang bu yang melahirkan di rumah sakit yang sama di daerah tersebut. Salah satu ibu berinisial S mengetahui fakta bahwa bayi yang sudah dirawatnya selama setahun itu ternyata bukan anak kandungnya.
Kejadian tersebut tentu sangat mengkhawatirkan. Meski begitu, Anda tak perlu panik berlebihan, sebab ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus-kasur serupa.
Lantas, bagaimana cara agar bayi tidak tertukar di rumah sakit?
Berikut paparannya seperti dikutip Haibunda:
1. Periksa gelang
Kini, banyak rumah sakit yang mengikuti semacam protokol untuk mencegah kesalahan dan menjaga orang tua serta bayi tetap aman. Sebagian besar unit mengikuti sistem yang menggunakan pita atau gelang identifikasi yang cocok antara ibu dan bayi baru lahir.
Dilansir Verywell Family, setiap kali seorang perawat atau anggota staf lain meninggalkan ruangan bersama bayi, mereka harus memverifikasi gelangnya terlebih dahulu. Setelah mengembalikan bayi, proses tersebut pun diulang untuk memastikan bayi dikembalikan kepada orang tua yang tepat.
Meski begitu, kesalahan tetap sering terjadi. Bukan tanpa alasan, pergelangan tangan dan kaki bayi yang kecil bisa membuat gelangnya mudah terlepas. Karena itu, petugas dan orang tua harus memperhatikan gelang bayi lebih cermat.
2. Gunakan sidik jari kaki
Mengutip dari laman Huffpost, beberapa rumah sakit sudah mulai mengambil sidik jari atau sidik kaki dari setiap bayi untuk arsip mereka. Ini merupakan salah satu cara yang bisa mencegah bayi tertukar.
Sistem ini biasanya jarang dilakukan di rumah sakit di Indonesia. Namun, orang tua bisa memesan dan melakukan pengambilan sidik jari secara individu.
3. Ambil foto bayi
Anda juga bisa mencegah bayi tertukar dengan mengambil potretnya. Hal ini tentu akan menurunkan tingkat paranoid ibu akan bayi tertukar.
Dikutip dari The Herald Times, orang tua bisa mempelajari bagian tubuh unik dari bayi dan membiasakan diri dengan setiap sudut tubuh mereka. Dengan begitu, orang tua bisa mengidentifikasi bayi dengan melihatnya dan juga melalui gelang yang digunakan.
2. Gunakan sidik jari kaki
Mengutip dari laman Huffpost, beberapa rumah sakit sudah mulai mengambil sidik jari atau sidik kaki dari setiap bayi untuk arsip mereka. Ini merupakan salah satu cara yang bisa mencegah bayi tertukar.
Sistem ini biasanya jarang dilakukan di rumah sakit di Indonesia. Namun, orang tua bisa memesan dan melakukan pengambilan sidik jari secara individu.
3. Ambil foto bayi
Anda juga bisa mencegah bayi tertukar dengan mengambil potretnya. Hal ini tentu akan menurunkan tingkat paranoid ibu akan bayi tertukar.
Dikutip dari The Herald Times, orang tua bisa mempelajari bagian tubuh unik dari bayi dan membiasakan diri dengan setiap sudut tubuh mereka. Dengan begitu, orang tua bisa mengidentifikasi bayi dengan melihatnya dan juga melalui gelang yang digunakan.
4. Perhatikan tanda lahir
Selain dari foto dan sidik jari, Anda juga wajib memperhatikan letak tahi lalat atau landa lahir yang unik.
5. Bayi tidak berpisah dengan orang tua
Beberapa rumah sakit tidak membiarkan bayi berpisah dari orang tua mereka. Semua prosedur bayi baru lahir seperti pemeriksaan berat badan, pengukuran, mandi pertama, dan pemeriksaan lainnya
dilakukan di bawah pengawasan orang tua.
Dikutip Huffpost, banyak juga rumah sakit yang mendukung agar orang tua tidur bersama bayi mereka. Kalau bayi perlu dibawa ke kamar perawatan khusus atau NICU, gelang rumah sakit pun harus digunakan. Gelang akan diperiksa pada setiap tahap pemindahan.
Perawat akan mengkonfirmasi nama dan nomor gelang bayi dengan orang tua sebelum meninggalkan ruang bersalin. Tak hanya itu, perawat juga akan memeriksa identitas orang tua sebelum melakukan berbagai macam prosedur medis.
6. Gunakan kain yang mudah dikenali
Biasanya, bayi baru lahir akan dibungkus dengan bedong. Untuk mencegah bayi tertukar, Anda bisa menggunakan kain bedong yang mudah dikenali dan unik. Anda juga perlu mengingat warna dan motif kain tersebut.
Berita Lainnya +INDEKS
25 Tahun L-Men, Perluas Gerakan Gaya Hidup Sehat Lewat Komunitas dan Atlet
PEKANBARU - L-Men memperluas keterlibatannya dalam gerakan gaya hidup sehat melalui dukungan terh.
L-Men Perkuat Strategi Bisnis Lewat Inovasi Berbasis Sains
PEKANBARU - L-Men menandai 25 tahun perjalanan di industri nutrisi pria dengan memperkuat inovasi.
Hermina Soroti Golden Period 60 Menit, Integrasi dengan Jasa Raharja Disiapkan
PEKANBARU - Penanganan korban kecelakaan lalu lintas pada 60 menit pertama atau golden period men.
Jasa Raharja Integrasikan Sistem Rumah Sakit, Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan
PEKANBARU - Proses penjaminan biaya perawatan korban kecelakaan lalu lintas ditargetkan lebih cep.
Lidah Mertua Tak Sekadar Tanaman Hias, Disebut Bantu Bersihkan Udara di Rumah
Pekanbaru - Tanaman lidah mertua tak hanya dikenal sebagai tanaman hias. Tanaman yang memiliki da.
Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk
PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .








