CDN Beri Tips Berkendara saat Ramadan
PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau, gencar sosialisasi keselamatan berkendara. Keselamatan bukan hanya soal teknik pengereman atau penggunaan perlengkapan berkendara, tapi juga tentang penguasaan diri atau emosi. emosi adalah respons primitif yang berupaya menyelesaikan tema tertentu secara lebih intuitif yaitu kemampuan untuk memahami atau mengetahui sesuatu tanpa pertimbangan atau proses berpikir yang jelas dan cepat, dengan kata lain emosi adalah evaluator yang berorientasi pada kecepatan yang dapat mempengaruhi perilaku selanjutnya.
Sering kali ketika berkendara, ketidaksabaran dapat mempengaruhi proses berkendara kita, mulai dari cara memperhatikan kondisi sekitar, cara berkendara, bahkan mengabaikan keselamatan diri atau pengguna jalan lainnya. Hal hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi emosi ketika berkendara
1. Pengetahuan dan Kemampuan Berkendara
Tingkatkan pengetahuan dan kemampuan berkendara dengan mengikuti pelatihan safety riding, sharing pengalaman berkendara, dan menggunakan simulator Honda Riding Trainer yang terdapat di dealer sepeda motor Honda.
2. Manajemen Waktu, Musuh Utama Emosi adalah Terburu-buru
Emosi seringkali memuncak karena kita merasa "dikejar waktu". Menjelang Ramadhan, volume kendaraan meningkat drastis terutama di jam pulang kantor . Berangkatlah 15-20 menit lebih awal dari biasanya, menghindari cara berkendara yang berbahaya karena takut telat berbuka di rumah.
3. Empati di Balik Helm
Amati secara objektif keadaan diri anda saat ini dan buatlah respon dengan berpikir lebih rasional. Ingatlah bahwa pengguna jalan lainnya juga sedang berpuasa, lelah, atau mungkin sedang merasa haus yang sama.
4. Gunakan Objektifikasi diri dan Self Talk
Self talk adalah ungkapan yang muncul dari diri sendiri sebagai pemicu emosi dan perilaku. Anda bisa menggunakan Teknik self talk yang bersikap positif/bertanggung jawab pada diri sendiri, hindari sesuatu yagn bisa membangkitkan emosi.
Rama Dhandyano, Instruktur Safety Riding Honda PT. CDN mengatakan keselamatan jauh lebih mahal daripada sekadar memenangkan adu mulut atau adu cepat di lampu merah. Jadikan momen menjelang Ramadhan ini sebagai ajang "pemanasan" untuk menjadi pribadi yang lebih sabar.
"Cari Aman bukan cuma soal helm dan jaket, tapi soal hati yang tetap tenang meski jalanan sedang "panas”," katanya.
Berita Lainnya +INDEKS
25 Tahun L-Men, Perluas Gerakan Gaya Hidup Sehat Lewat Komunitas dan Atlet
PEKANBARU - L-Men memperluas keterlibatannya dalam gerakan gaya hidup sehat melalui dukungan terh.
L-Men Perkuat Strategi Bisnis Lewat Inovasi Berbasis Sains
PEKANBARU - L-Men menandai 25 tahun perjalanan di industri nutrisi pria dengan memperkuat inovasi.
Hermina Soroti Golden Period 60 Menit, Integrasi dengan Jasa Raharja Disiapkan
PEKANBARU - Penanganan korban kecelakaan lalu lintas pada 60 menit pertama atau golden period men.
Jasa Raharja Integrasikan Sistem Rumah Sakit, Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan
PEKANBARU - Proses penjaminan biaya perawatan korban kecelakaan lalu lintas ditargetkan lebih cep.
Lidah Mertua Tak Sekadar Tanaman Hias, Disebut Bantu Bersihkan Udara di Rumah
Pekanbaru - Tanaman lidah mertua tak hanya dikenal sebagai tanaman hias. Tanaman yang memiliki da.
Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk
PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .








