Tanda Psikopat Bisa Muncul Sejak Usia 2 Tahun
Meski sulit dipercaya, ternyata ada anak-anak yang memiliki gangguan kepribadian seperti psikopat. Prakash Masand, seorang psikiater dan pendiri Centers of Psychiatric Excellence, menggambarkan orang psikopat sebagai individu yang menunjukkan pola manipulasi dan kekerasan kepada orang lain.
Akan tetapi, di masyarakat umum, penggunaan kata psikopat sering dikaitkan sebagai pembunuh berdarah dingin, seperti yang sering digambarkan di film-film. Faktanya, tidak selalu demikian. Bahkan, beberapa psikopat kemudian menjadi wirausahawan dan pemimpin bisnis yang sukses.
Melansir Very Well Family, sebuah penelitian memperkirakan bahwa sekitar 3% pemimpin bisnis sebenarnya menderita psikopat. Peneliti memperkirakan sekitar 1% populasi orang dewasa memenuhi kriteria psikopat.
Layaknya orang dewasa, ada beberapa tanda yang bisa Anda lihat pada anak. Berikut adalah indikasi psikopat pada anak yang perlu diketahui.
Tanda anak psikopat
Sebuah studi pada 2016 yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Michigan menunjukkan bahwa tanda-tanda awal psikopati dapat dilihat pada anak-anak berusia 2 tahun. Bahkan pada usia ini, mereka menunjukkan perbedaan dalam empati dan hati nurani.
Studi tersebut menilai perilaku tidak berperasaan dan tidak emosional (CU) pada anak usia 2 hingga 4 tahun berdasarkan ciri berikut:
1. Anak tidak tampak bersalah setelah melakukan kesalahan
2. Hukuman tidak mengubah perilaku anak Anda
3. Anak egois/tidak mau berbagi
4. Anak sering berbohong
5. Anak licik dan mencoba menyakiti Anda.
Para peneliti menindaklanjuti anak-anak tersebut lagi ketika mereka berusia 9 tahun. Mereka menemukan bahwa anak-anak yang paling banyak menunjukkan masalah perilaku saat balita atau anak prasekolah, lebih cenderung menunjukkan masalah perilaku yang berhubungan dengan psikopat di kemudian hari di masa kanak-kanak.
Seorang anak dengan psikopat menunjukkan ciri-ciri yang mirip dengan orang dewasa yang menderita psikopat. Misalnya, mereka mungkin melakukan tindakan menyakiti hewan atau mencoba membunuh hewan untuk kesenangan.
Remaja terkadang melakukan tindakan menyakiti dan membunuh hewan demi kepuasan seksual. Hal ini sering terjadi pada gangguan psikopati/perilaku dan gangguan kepribadian antisosial.
Diagnosa psikopat
Tidak ada satu tes pun yang menunjukkan bahwa seorang anak mungkin menderita psikopat, namun psikolog memiliki beberapa tes untuk membantu mereka menilai dan mengukur gejala yang dialami anak.
Salah satu penilaian yang paling umum digunakan adalah Youth Psychopathic Traits Inventory (YPI). Instrumen ini merupakan instrumen self-report, artinya remaja diberikan tes dan diminta menjawab pertanyaan tentang dirinya. Ini dimaksudkan untuk mengukur ciri-ciri kepribadian, bukan perilaku.
Tes ini menilai gejala-gejala berikut:
Tidak jujur
Narsisme
Berbohong
Manipulasi
Sifat tidak berperasaan
Tidak emosional
Tidak punya belas kasih
Impulsif
Mencari sensasi
Tidak bertanggung jawab.
Berita Lainnya +INDEKS
Tingkatkan Silaturahmi, Capella Honda Buka Puasa Bersama Konsumen
PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau menggelar buka puasa bersama konsumen setia, .
Potret Raihan dan Farah Sewaktu KKN
PEKANBARU - Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih peribahasa ini tak lepas dari setiap.
Berlebihan Tidur Saat Puasa Bikin Buncit, Ini 4 Cara Atur Polanya
Banyak orang yang mengisi waktu puasa dengan tidur. Kerap kali, itu dilakukan untuk menghindari r.
CDN Beri Tips Berkendara saat Ramadan
PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau, gencar sosialisasi keselamatan berkendara. K.
Rigina dan Nagita Asal Pekanbaru Harumkan Indonesia Ajang Musik Internasional di Singapura
PEKANBARU - Pertengahan Februari 2026, nama Indonesia, khususnya Provinsi Riau kembali menggema d.
Menguatnya Swasensor Melahirkan “Tabu Baru” dalam Kerja Pers
Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mencatat tren menguatnya praktik swasensor dikalangan jurn.








