• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Lifestyle

9 Cara Hadapi Anak Tantrum dari Ahli Parenting

Redaksi

Senin, 06 November 2023 07:54:00 WIB
Cetak
9 Cara Hadapi Anak Tantrum dari Ahli Parenting
int

Tantrum merupakan hal biasa yang terjadi pada anak-anak. Kondisi ini biasanya diekspresikan dalam bentuk menangis kencang, berteriak, memukul, melempar barang, mendorong, maupun menggigit.

Saat anak Anda sedang mengamuk, mungkin sulit untuk menahan amarah Anda sendiri. Menurut Ray Levy, Ph.D., psikolog klinis yang berbasis di Dallas, tantrum merupakan hal yang pasti dialami pada masa kanak-kanak.

"Anak-anak kecil yaitu mereka yang berusia antara 1 dan 4 tahun belum mengembangkan keterampilan mengatasi masalah yang baik," kata Levy, seperti dikutip dari Parents.

Jika anak mengalami tantrum, penting bagi Anda untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dan sebisa mungkin menjaga emosi Anda tetap terkendali.

Tantrum adalah tahap perkembangan penting bagi anak

Mengutip Parents, tantrum, atau temper tantrum, adalah ledakan emosi yang terjadi karena kemarahan atau frustrasi. Menurut Dr. Levy, pada intinya, setiap tantrum disebabkan oleh satu hal sederhana, yakni ketika anak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.

"Untuk anak-anak berusia antara 1 dan 2 tahun, tantrum sering kali berasal dari upaya mengomunikasikan suatu kebutuhan, misalnya mau susu lagi, penggantian popok, mainan di sana, tetapi anak tidak memiliki kemampuan bahasa untuk melakukannya," kata Dr Levy.

Bagi balita yang lebih besar, tantrum lebih sebagai bentuk perebutan kekuasaan.

"Pada saat anak-anak berusia 3 atau 4 tahun, mereka sudah tumbuh lebih mandiri. Mereka sangat menyadari kebutuhan dan keinginan mereka dan ingin lebih menegaskannya," papar Dr Levy.

Saat anak Anda mencapai usia prasekolah, mereka dapat menggunakan kata-kata untuk memberi tahu Anda apa yang mereka butuhkan, namun itu tidak berarti kemarahan anak sudah berakhir. Mereka masih belajar cara menangani emosi, dan perselisihan kecil dapat terjadi dengan cepat.

Perlu diingat bahwa tantrum bukanlah tanda pola asuh yang buruk. Faktanya, tantrum adalah tahap perkembangan penting bagi anak.

"Tantrum membantu anak-anak belajar menghadapi emosi negatif mereka," kata psikolog klinis Linda Rubinowitz, Ph.D., seorang terapis pernikahan dan keluarga di The Family Institute di Northwestern University, di Evanston, Illinois.

Cara Menangani Balita Tantrum

Jika si kecil berteriak, menendang, menjerit dan Anda mulai kehilangan kesabaran, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara mengatasi tantrum. Meskipun tidak ada satu cara yang pasti berhasil untuk mengatasi situasi ini, sebagian besar ahli sepakat bahwa ada cara terbaik dalam menghadapi tantrum.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), orang tua yang bereaksi dengan tenang dan konsisten terhadap ledakan emosi balita akan membantu anak mereka memahami batasannya, sehingga dapat membantu anak merasa lebih terlindungi dan terkendali.

Berikut beberapa trik untuk menghadapi anak tantrum menurut Parents.com:

1. Segera tangani perilaku agresif

Jika setiap tantrum anak Anda selalu memukul, menendang, menggigit, atau melempar barang, segera hentikan mereka dan singkirkan mereka dari situasi tersebut. Jelaskan bahwa meskipun mereka sedang marah atau kecewa, menyakiti orang lain atau diri mereka sendiri tidaklah baik.

Tetaplah tenang, tapi tegas. Terkait perilaku agresif, yang terbaik adalah menerapkan kebijakan tanpa toleransi.

2. Jangan berteriak

Ingat, anak Anda akan mengikuti arahan Anda dalam menangani amarahnya. Jika Anda berteriak, mereka akan menyamakan volume suara Anda karena, jauh di lubuk hati, mereka ingin terlibat dan terhubung dengan Anda.

Jika Anda sudah terlanjur meninggikan suara, minta maaflah kepada anak. "Mama/papa tidak bermaksud membentak kamu. Mama/papa minta maaf. Bukan itu cara yang ingin mama/papa bicarakan dengan kamu. Bisakah kamu tenang?" misalnya.

3. Biarkan anak Anda marah

Menurut Linda Pearson, R.N., seorang praktisi perawat keluarga, terkadang seorang anak hanya perlu melampiaskan amarahnya. Jadi biarkan saja ketika mereka tantrum.

"Saya sangat percaya pada pendekatan ini karena pendekatan ini membantu anak-anak belajar bagaimana melampiaskan emosi dengan cara yang tidak merusak. Mereka mampu meluapkan perasaannya, menenangkan diri, dan mendapatkan kembali kendali diri-tanpa harus berteriak-teriak," paparnya.

4. Gunakan perintah singkat

Tantrum sering kali dapat dielakkan dengan perintah yang singkat, sederhana, dan langsung pada sasaran. Semakin spesifik, semakin baik. Jika balita Anda sedang terjebak dalam suasana hati yang buruk, beri mereka gambaran yang jelas tentang apa yang Anda ingin mereka lakukan.

5. Alihkan perhatian anak

"Anak-anak memiliki rentang perhatian yang cukup pendek dan artinya mereka biasanya mudah dialihkan," kata Dr Levy.

Jika anak Anda tantrum karena tidak dibelikan barang yang mereka inginkan di mall, cobalah mengganti topik pembicaraan dan dengan antusias mengatakan sesuatu seperti, "Hei, kami suka es krim kan? Mau bantu mama memilihkan es krim?" 

6. Peluk anak

"Ini mungkin terasa seperti langkah terakhir yang ingin Anda lakukan saat anak Anda mengamuk, tapi pelukan benar-benar dapat membantu mereka tenang. Yang saya maksud adalah pelukan yang erat dan hangat, bukan pelukan yang sangat menggemaskan," kata Dr Levy.

Jangan mengucapkan sepatah kata pun saat Anda memeluk si kecil. Pelukan membuat anak-anak merasa aman dan diperhatikan.

7. Pindah lokasi

Jika anak Anda mengamuk di depan umum, gendong dan bawa dengan tenang ke tempat yang aman. Bawa mereka ke mobil atau toilet umum, di mana mereka bisa mengeluarkan amarahnya. Begitu Anda sampai di sana, jelaskan posisi Anda dengan lembut, dan tetap tenang.

Terkadang menyentuh atau membelai anak saja sudah bisa menenangkannya.

8. Berikan peringatan dini

Balita tidak menyukai kejutan. Lain kali cobalah memberi mereka pemberitahuan terlebih dahulu mengenai aktivitas yang akan Anda dan si kecil lakukan.

Katakan kepada mereka, "Kamu boleh main sepeda dua kali lagi mengelilingi taman, lalu kita harus pulang." Hal ini memberi mereka rasa kendali.

9. Tertawalah

Tantrum di depan umum bisa jadi sangat menantang sehingga beberapa orang tua menyerah hanya untuk mengurangi rasa malu, namun respons ini hanya mendorong anak untuk mengulangi perilaku tersebut.

"Anak-anak, bahkan yang masih sangat kecil sekalipun, tetap cerdas," kata Alan E. Kazdin, Ph.D., seorang profesor riset dan profesor emeritus psikologi dan psikiatri anak di Universitas Yale.

Cara terbaik adalah dengan tersenyum, dan berpura-pura semuanya baik-baik saja.


Sumber : cnbcindonesia.com /

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Lifestyle

25 Tahun L-Men, Perluas Gerakan Gaya Hidup Sehat Lewat Komunitas dan Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:22:31 WIB

PEKANBARU - L-Men memperluas keterlibatannya dalam gerakan gaya hidup sehat melalui dukungan terh.

Lifestyle

L-Men Perkuat Strategi Bisnis Lewat Inovasi Berbasis Sains

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:31:00 WIB

PEKANBARU - L-Men menandai 25 tahun perjalanan di industri nutrisi pria dengan memperkuat inovasi.

Lifestyle

Hermina Soroti Golden Period 60 Menit, Integrasi dengan Jasa Raharja Disiapkan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:33:53 WIB

PEKANBARU - Penanganan korban kecelakaan lalu lintas pada 60 menit pertama atau golden period men.

Lifestyle

Jasa Raharja Integrasikan Sistem Rumah Sakit, Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:09:06 WIB

PEKANBARU - Proses penjaminan biaya perawatan korban kecelakaan lalu lintas ditargetkan lebih cep.

Lifestyle

Lidah Mertua Tak Sekadar Tanaman Hias, Disebut Bantu Bersihkan Udara di Rumah

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:10:05 WIB

Pekanbaru - Tanaman lidah mertua tak hanya dikenal sebagai tanaman hias. Tanaman yang memiliki da.

Lifestyle

Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk

Senin, 21 September 2026 - 10:57:37 WIB

PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Walikota Tekankan Satpol PP Pekanbaru Humanis dalam Penegakan Ketertiban
31 Oktober 2026
MTQ Kecamatan di Pekanbaru Jadi Momentum Perkuat Syiar Alquran
31 Oktober 2026
Pesantren di Pekanbaru Didorong Garap Lahan Kosong Jadi Sentra Pertanian
31 Oktober 2026
Pemko Pekanbaru Gandeng MDI, 1.000 Mubaligh Jadi Garda Edukasi HIV/AIDS
31 Oktober 2026
Walikota Agung Siapkan Crossing Drainase di Jalan Sudirman, Atasi Luapan Air Depan RS Awal Bros
30 Oktober 2026
Atlet Bina Muda Pekanbaru Borong 14 Emas di Medan
30 Oktober 2026
Akses Danau Buatan Rumbai Jadi Perhatian, Pemko Siapkan Pengaspalan Jalan Lingkar
30 Oktober 2026
Walikota Serahkan Ijazah yang Sempat Tertahan, Pastikan Hak Pendidikan Anak Terpenuhi
30 Oktober 2026
Bina Muda Pekanbaru Bawa Pulang Dua Gelar Juara Umum dari Medan
30 Oktober 2026
Hampir 20 Ribu Siswa Pekanbaru Terima Seragam Gratis, Ringankan Beban Orangtua
29 Oktober 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Atlet Bina Muda Pekanbaru Borong 14 Emas di Medan
  • 2 Pasokan Gas Terganggu, Pekanbaru Berpotensi Alami Pemadaman Listrik Bergilir hingga 3 November
  • 3 Forum LSM Riau Bersatu Desak OJK Periksa BRI Pekanbaru, Dugaan Instruksi Penagihan Hari Libur
  • 4 Dishub Pekanbaru Manfaatkan CCTV untuk Tegur Pelanggar Lalu Lintas
  • 5 Terindikasi Abaikan Aturan OJK, BRI Pekanbaru Instruksikan Penagihan Hari Libur
  • 6 OJK Riau: Perlindungan Nasabah Tak Berarti Membebaskan Debitur dari Kewajiban
  • 7 FIFGROUP Edukasi 85 Siswa SMKN 4 Pekanbaru, Bekali Generasi Muda Kelola Keuangan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved