10.45
Produk Halal Riau Harus Miliki Daya Saing
Pekanbaru - Saat ini kebutuhan produk dengan sertifikasi halal menjadi hal kompetitif di dunia perdagangan internasional. Hal itu disampaikan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, M Job Kurniawan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Sertifikasi Halal Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Riau.
Provinsi Riau kata Job Kurniawan, mempunyai penduduk yang mayoritas beragama islam. Hal ini berbanding lurus dengan tingkat kebutuhan konsumsi produk-produk halal.
Job berharap Rakor hari ini mampu menghasilkan produk-produk halal yang berdaya saing. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus berikhtiar agar sertifikasi halal menjadi hal yang solid, universal, dan berkelanjutan.
"Kami harap hari ini kita mampu menghasilkan produk halal yang berdaya saing. Kami, pemerintah provinsi terus berikhtiar agar sertifikasi halal menjadi hal yang universal dan berkelanjutan," kata Job di Pekanbaru, Selasa (5/12/2023).
Menurut data dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Riau, Job mengatakan baru ada 16 ribu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di provinsi yang mempunyai sertifikasi halal. Hal itu masih kurang dari setengah UMKM yang berjumlah 67 ribu UMKM.
"Baru 16 ribu dari 67 ribu, belum ada setengahnya, mungkin baru seperempatnya. Dengan demikian target kita belum tercapai," ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Job menyampaikan bahwa perlu dilakukan peningkatan literasi pada pelaku usaha dan masyarakat. Pentingnya sertifikat halal harus dibarengi dengan kemudahan pemanfaatan teknologi digital agar tidak terjadi birokrasi yang rumit.
Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Riau, Saidul Amin mengatakan, sertifikasi halal harus dilakukan secara serius, bukan hanya bisnis dan misi. Namun, sertifikasi halal juga diliat dari sisi keagamaan dan ideologi bangsa Indonesia.
Saat ini, lanjutnya, sertifikasi halal di beberapa negara menggunakan sertifikasi dari Malaysia. Padahal, ulama dan umat muslim lebih banyak berada di Indonesia daripada Malaysia.
"Mengembalikan Indonesia menjadi pusat halal itu tidak mudah. Tapi kalau bersama, tidak ada yang susah. Sertifikasi harus dilakukan secara serius, bukan sekedar bisnis dan misi saja," katanya.
Berita Lainnya +INDEKS
25 Tahun L-Men, Perluas Gerakan Gaya Hidup Sehat Lewat Komunitas dan Atlet
PEKANBARU - L-Men memperluas keterlibatannya dalam gerakan gaya hidup sehat melalui dukungan terh.
L-Men Perkuat Strategi Bisnis Lewat Inovasi Berbasis Sains
PEKANBARU - L-Men menandai 25 tahun perjalanan di industri nutrisi pria dengan memperkuat inovasi.
Hermina Soroti Golden Period 60 Menit, Integrasi dengan Jasa Raharja Disiapkan
PEKANBARU - Penanganan korban kecelakaan lalu lintas pada 60 menit pertama atau golden period men.
Jasa Raharja Integrasikan Sistem Rumah Sakit, Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan
PEKANBARU - Proses penjaminan biaya perawatan korban kecelakaan lalu lintas ditargetkan lebih cep.
Lidah Mertua Tak Sekadar Tanaman Hias, Disebut Bantu Bersihkan Udara di Rumah
Pekanbaru - Tanaman lidah mertua tak hanya dikenal sebagai tanaman hias. Tanaman yang memiliki da.
Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk
PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .








