5 Ciri Psikopat yang Bisa Muncul Sejak Anak Usia Dini
Anak-anak yang suka berbohong mungkin sering dianggap nakal dan mencari perhatian. Tapi hati-hati, sejumlah perilaku bisa jadi tanda awal dari gangguan kepribadian serius seperti psikopati. Bahkan menurut studi, gejalanya bisa muncul sejak usia dua tahun.
Meski istilah "psikopat" tidak tercantum secara resmi dalam buku diagnosis kejiwaan, banyak pakar menggunakannya untuk menggambarkan individu dengan kecenderungan tidak berperasaan, manipulatif, dan tidak punya empati. Dalam dunia psikiatri, karakteristik ini masuk dalam kategori gangguan kepribadian antisosial (Antisocial Personality Disorder/APD).
Pada 2013, American Psychiatric Association mencatat, sifat tidak berperasaan dan tidak emosional sudah bisa dikenali pada anak usia 12 tahun ke atas sebagai bagian dari indikator APD. Ini adalah kondisi serius yang mencerminkan defisit interpersonal.
Hal ini juga dapat dikaitkan dengan perilaku berbahaya. Tapi studi lain bahkan menyebut tanda-tanda awal bisa muncul jauh lebih dini.
Gejala Psikopat pada Anak Kecil
Penelitian dari Universitas Michigan tahun 2016 mengamati perilaku anak usia 2 hingga 4 tahun dan mengidentifikasi lima ciri utama yang perlu diwaspadai:
1. Tidak menunjukkan rasa bersalah setelah melakukan kesalahan
2. Tidak berubah meski sudah diberi hukuman
3. Sangat egois dan enggan berbagi
4. Sering berbohong
5. Licik dan berniat menyakiti orang lain
Gejala-gejala ini tidak serta-merta berarti seorang anak adalah psikopat. Namun, ketika tanda-tanda ini muncul terus-menerus, para ahli menyarankan orang tua untuk tidak menyepelekannya.
Saat ditelusuri kembali di usia 9 tahun, anak-anak yang menunjukkan pola perilaku bermasalah sejak balita cenderung mengalami gangguan yang lebih serius di masa kanak-kanak. Termasuk di antaranya perilaku menyakiti hewan atau tindakan ekstrem lainnya yang sering diasosiasikan dengan psikopati.
Bisa Jadi Pemimpin atau Penjahat
Psikopat tidak selalu tampil dalam bentuk penjahat berdarah dingin seperti di film. Penelitian memperkirakan sekitar 1% orang dewasa dan 3% pemimpin bisnis memiliki kecenderungan psikopat. Beberapa bahkan berhasil di dunia profesional berkat sifat manipulatif dan ketegasan tinggi.
Untuk menilai kecenderungan ini sejak usia remaja, psikolog bisa menggunakan instrumen seperti Youth Psychopathic Traits Inventory (YPI) yang mengukur ciri-ciri seperti:
- Tidak jujur
- Narsisme
- Berbohong
- Manipulatif
- Tidak berperasaan dan tidak emosional
- Tidak punya belas kasih
- Impulsif dan cari sensasi
- Tidak bertanggung jawab
Berita Lainnya +INDEKS
AHM Best Student 2026 Regional Riau Sukses Digelar
PEKANBARU - Ajang Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2026 tingkat Regional Riau sukses digela.
346 Guru PJOK Lulus NPET 2026, Dorong Budaya Hidup Sehat di Sekolah
Tantangan gaya hidup anak dan remaja Indonesia semakin kompleks. Pola makan yang belum seimbang, .
Capella Honda Riau Bawa Pulang Tiga Gelar Nasional AHSRIC 2026
PEKANBARU - Komitmen PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau dalam membangun budaya keselamatan b.
Capella Honda Aceh Ikut Angkat Prestasi Nasional
PEKANBARU - Prestasi Capella Honda di panggung nasional tak hanya datang dari Riau. Regional Aceh.
Sambut HUT RI, Capella Honda Riau Gelar Lomba Hias Gapura Berhadiah Puluhan Juta
PEKANBARU - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Capella Honda Riau menggel.
Hadir di Pekanbaru, HiLo Strong Fest 2026 Cegah Sarcopenia
PEKANBARU - HiLo kembali menggelar HiLo Strong Fest 2026 di The Zuri Hotel Pekanbaru sebagai bagi.








