SNLIK 2026 Libatkan 75.000 Responden, Jangkau Seluruh Kabupaten/Kota
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 memiliki cakupan jauh lebih luas dibandingkan survei sebelumnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) melibatkan 75.000 responden berusia 15–79 tahun yang tersebar di seluruh 514 kabupaten/kota pada 38 provinsi.
Perluasan cakupan ini membuat SNLIK 2026 menjadi lebih representatif dalam memotret tingkat pemahaman dan penggunaan layanan keuangan masyarakat Indonesia.
Sebagai pembanding, SNLIK 2024 dan 2025 hanya melibatkan 10.800 responden yang tersebar di 120 kabupaten/kota pada 34 provinsi.
Pendataan lapangan SNLIK 2026 berlangsung pada 26 Januari hingga 18 Februari 2026. Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) dengan melibatkan 3.480 petugas.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menjelaskan survei menggunakan metode stratified multistage cluster sampling atau pengambilan sampel klaster bertingkat dengan stratifikasi.
Tahap pertama dilakukan dengan memilih Satuan Lingkungan Setempat (SLS) di setiap kabupaten/kota menggunakan metode Probability Proportional to Size–Systematic Sampling. Pemilihan mempertimbangkan jumlah keluarga serta keterwakilan wilayah perkotaan dan perdesaan.
Tahap berikutnya adalah memilih 10 rumah tangga yang memenuhi syarat di setiap SLS menggunakan Systematic Sampling. Dari setiap rumah tangga tersebut kemudian dipilih satu responden berusia 15-79 tahun secara acak menggunakan Kish Table.
Pemilihan responden juga mempertimbangkan stratifikasi berdasarkan usia anggota rumah tangga untuk menjaga keterwakilan sampel.
Dalam mengukur literasi keuangan, SNLIK 2026 menggunakan lima parameter utama, yakni pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku.
Sementara itu, indeks inklusi keuangan diukur berdasarkan tingkat penggunaan atau usage masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.
Dengan desain survei yang lebih luas, jumlah responden yang jauh lebih besar, serta cakupan seluruh kabupaten/kota, hasil SNLIK 2026 diharapkan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi literasi dan inklusi keuangan nasional.
Hasil survei menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat mencapai 69,57 persen dan inklusi keuangan 93,61 persen. Keduanya meningkat dibandingkan SNLIK 2025 sekaligus telah melampaui target RPJMN 2029.
Berita Lainnya +INDEKS
BI Siapkan Platform Konsumen Aman, Edukasi hingga Sistem Reward
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan edukasi dan perlindungan konsumen melalui penge.
BI Riau Ingatkan Risiko di Balik Percepatan Layanan: Konsumen Harus Tetap Terlindungi
Jakarta - Percepatan layanan dan transaksi di sektor keuangan harus diikuti dengan penguatan perl.
BPR Cempaka Wadah Sejahtera Perluas Jaringan hingga Padang dan Pelalawan
PEKANBARU - Penggabungan sejumlah badan usaha memperluas jaringan pelayanan PT BPR Cempaka Wadah .
Delapan Bulan, Pajak Ekonomi Digital Setor Rp57,23 Triliun ke Kas Negara
Penerimaan pajak dari aktivitas ekonomi digital terus mengalir ke kas negara. Hingga 31 Agustus 2.
BULOG Percepat Penyaluran 18.578 Ton Beras Bantuan di Riau
PEKANBARU - Perum BULOG bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat penyaluran Bantuan Pa.
Batas Pinjaman di Tiga Pindar Dihapus, Risiko Gali Lubang Disorot
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut ketentuan yang membatasi masyarakat mengambil pendanaan dar.








