Kredit Perbankan Riau Tembus Rp115,89 Triliun, Tumbuh Hampir 10 Persen
PEKANBARU - Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Riau menunjukkan pertumbuhan positif. Nilainya mencapai Rp115,89 triliun atau tumbuh hampir 10 persen, mencerminkan masih kuatnya aktivitas pembiayaan di daerah.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lain (PVML) OJK Agusman, menyampaikan perkembangan tersebut dalam rangkaian pengukuhan Kepala OJK Provinsi Riau di Pekanbaru, Jumat (6/11/2026).
Pertumbuhan kredit tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan industri jasa keuangan di Riau. Penyaluran pembiayaan perbankan diharapkan terus menopang kegiatan ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
"Selain perbankan, industri perusahaan pembiayaan juga mencatatkan pertumbuhan. Piutang perusahaan pembiayaan tercatat meningkat sekitar 4 persen menjadi Rp23,4 triliun," kata Agusman.
Perkembangan tersebut menunjukkan industri pembiayaan masih memiliki peran dalam mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk pembiayaan kendaraan dan berbagai kebutuhan produktif lainnya.
Sementara itu, industri pergadaian mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi. Nilai penyalurannya disebut meningkat hampir 36 persen menjadi sekitar Rp7,8 triliun.
Pertumbuhan industri pergadaian memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan berbasis jaminan. Layanan ini menjadi salah satu alternatif ketika masyarakat membutuhkan dana dalam waktu relatif cepat.
Agusman menilai, perkembangan berbagai sektor jasa keuangan tersebut perlu diikuti pengawasan yang memadai. Pertumbuhan industri harus tetap memperhatikan tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen.
"OJK juga perlu memastikan masyarakat mendapatkan layanan keuangan yang transparan serta tidak terjebak dalam praktik pembiayaan yang merugikan," tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah dan OJK perlu memperkuat koordinasi agar pertumbuhan industri keuangan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro dan kecil (UMK).
Dengan pertumbuhan kredit perbankan dan pembiayaan tersebut, Agusman berharap sektor jasa keuangan semakin berkontribusi terhadap perekonomian Riau sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber pendanaan yang legal dan terawasi.(nov)
Berita Lainnya +INDEKS
BI Dorong UMKM Riau Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal
PEKANBARU - Bank Indonesia terus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di R.
Anggaran KUR Disiapkan Rp400 Triliun, OJK Perkuat Pengawasan Penyaluran
PEKANBARU - Pemerintah menyiapkan peningkatan anggaran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi .
OJK Riau Kejar Target Inklusi Keuangan 98 Persen pada 2045
PEKANBARU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesi.
Moh Fredly Nasution Pimpin OJK Riau, Putra Daerah Diharapkan Perkuat Pengawasan Industri Keuangan
PEKANBARU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjuk Moh Fredly Nasution sebagai Kepala OJK Provinsi.
BI Riau Perkuat Distribusi Rupiah hingga Wilayah Terpencil
PEKANBARU - Bank Indonesia terus memperkuat distribusi uang rupiah untuk memastikan kebutuhan mas.
Transaksi Tunai di Riau Masih Tinggi, BI Perkuat Digitalisasi Pembayaran
PEKANBARU - Transaksi tunai masih menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat Riau, .








