Anggaran KUR Disiapkan Rp400 Triliun, OJK Perkuat Pengawasan Penyaluran
PEKANBARU - Pemerintah menyiapkan peningkatan anggaran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi sekitar Rp400 triliun pada 2027. Kenaikan tersebut diharapkan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Kepala OJK Provinsi Riau Moh Fredly Nasution mengatakan, peningkatan alokasi anggaran tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat pembiayaan sektor produktif dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebutkan, anggaran KUR yang sebelumnya berada di kisaran Rp200 triliun direncanakan meningkat menjadi sekitar Rp400 triliun pada tahun depan.
"Pak Presiden sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp400 triliun untuk berbagai program. Salah satunya melalui KUR. Tahun depan anggarannya direncanakan meningkat menjadi Rp400 triliun," kata Fredly.
Dalam pelaksanaannya, penyaluran pembiayaan tersebut akan melibatkan perbankan sebagai lembaga penyalur. Selain itu, sejumlah lembaga keuangan lain yang dipercaya pemerintah juga dapat mengambil bagian sesuai ketentuan.
Menurut Fredly, besarnya anggaran yang disiapkan pemerintah harus diikuti dengan pengawasan agar penyaluran pembiayaan berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
OJK, kata dia, memiliki peran dalam mengawasi operasional perbankan, termasuk pelaksanaan penyaluran KUR dan produk pembiayaan lainnya.
Pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan lembaga keuangan menjalankan kegiatan usahanya sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan dalam penyaluran pembiayaan.
Fredly menegaskan, pengawasan program tidak hanya menjadi tanggung jawab OJK. Pemerintah dan dinas terkait juga harus memastikan program berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Selain itu, peran lembaga pengawasan keuangan negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga diperlukan, terutama dalam aspek pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara.
"Semua pihak harus turun bersama-sama untuk memastikan program ini berjalan dengan baik. Tidak bisa hanya mengandalkan satu lembaga," ujarnya.
OJK berharap peningkatan anggaran pembiayaan tersebut benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan usaha masyarakat, memperluas akses permodalan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.(nov)
Berita Lainnya +INDEKS
BI Dorong UMKM Riau Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal
PEKANBARU - Bank Indonesia terus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di R.
OJK Riau Kejar Target Inklusi Keuangan 98 Persen pada 2045
PEKANBARU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesi.
Kredit Perbankan Riau Tembus Rp115,89 Triliun, Tumbuh Hampir 10 Persen
PEKANBARU - Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Riau menunjukkan pertumbuhan positif. Nilainy.
Moh Fredly Nasution Pimpin OJK Riau, Putra Daerah Diharapkan Perkuat Pengawasan Industri Keuangan
PEKANBARU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjuk Moh Fredly Nasution sebagai Kepala OJK Provinsi.
BI Riau Perkuat Distribusi Rupiah hingga Wilayah Terpencil
PEKANBARU - Bank Indonesia terus memperkuat distribusi uang rupiah untuk memastikan kebutuhan mas.
Transaksi Tunai di Riau Masih Tinggi, BI Perkuat Digitalisasi Pembayaran
PEKANBARU - Transaksi tunai masih menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat Riau, .








