OJK Dorong Working Group Percepat Pembiayaan UMKM
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan sinergi lintas kementerian/lembaga dan industri jasa keuangan untuk mempercepat serta meningkatkan efektivitas pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pengembangan UMKM membutuhkan kebijakan yang terintegrasi agar pembiayaan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terarah dan menghasilkan dampak nyata bagi pelaku usaha.
Salah satu tindak lanjut yang diharapkan lahir dari UMKM Finance Summit 2026 adalah pembentukan Working Group Akselerasi dan Peningkatan Efektivitas Pembiayaan UMKM. Kelompok kerja ini akan melibatkan kementerian/lembaga serta pemangku kepentingan terkait.
“Working Group Akselerasi dan Peningkatan Efektivitas Pembiayaan UMKM diharapkan menjadi wadah bersama untuk mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian/lembaga dalam rangka membangun ekosistem pembiayaan dan pemberdayaan UMKM yang efektif,” kata Dian.
Menurut dia, kelompok kerja tersebut juga akan memetakan kebijakan lintas kementerian/lembaga guna mengidentifikasi peluang sinergi sekaligus berbagai hambatan regulasi dalam pelaksanaan pembiayaan dan pemberdayaan UMKM.
Dian menegaskan, OJK melalui POJK UMKM mendorong perbankan dan lembaga jasa keuangan nonbank menyediakan pembiayaan yang lebih mudah, cepat, tepat, dan inklusif. Namun, kemudahan tersebut tetap harus berjalan dengan tata kelola serta manajemen risiko yang memadai.
Kebijakan itu juga membuka ruang bagi pengembangan skema pembiayaan yang menyesuaikan karakteristik dan siklus usaha UMKM. Skema tersebut antara lain supply chain financing dan pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembiayaan.
Pendekatan penyaluran pembiayaan pun diarahkan agar tidak lagi semata-mata bergantung pada ketersediaan agunan tambahan. Potensi usaha, arus kas, transaksi, serta posisi UMKM dalam suatu ekosistem bisnis perlu menjadi bagian dari penilaian.
“Pada saat yang sama, OJK tengah membangun ekosistem data melalui pengembangan sistem informasi pembiayaan UMKM terintegrasi, penyempurnaan dashboard pembiayaan UMKM, penyusunan metodologi dan diseminasi indeks pembiayaan UMKM, serta penerbitan laporan pembiayaan UMKM secara berkala,” ujar Dian.
Berita Lainnya +INDEKS
BI Siapkan Platform Konsumen Aman, Edukasi hingga Sistem Reward
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan edukasi dan perlindungan konsumen melalui penge.
BI Riau Ingatkan Risiko di Balik Percepatan Layanan: Konsumen Harus Tetap Terlindungi
Jakarta - Percepatan layanan dan transaksi di sektor keuangan harus diikuti dengan penguatan perl.
BPR Cempaka Wadah Sejahtera Perluas Jaringan hingga Padang dan Pelalawan
PEKANBARU - Penggabungan sejumlah badan usaha memperluas jaringan pelayanan PT BPR Cempaka Wadah .
Delapan Bulan, Pajak Ekonomi Digital Setor Rp57,23 Triliun ke Kas Negara
Penerimaan pajak dari aktivitas ekonomi digital terus mengalir ke kas negara. Hingga 31 Agustus 2.
BULOG Percepat Penyaluran 18.578 Ton Beras Bantuan di Riau
PEKANBARU - Perum BULOG bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat penyaluran Bantuan Pa.
Batas Pinjaman di Tiga Pindar Dihapus, Risiko Gali Lubang Disorot
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut ketentuan yang membatasi masyarakat mengambil pendanaan dar.








