• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Ekonomi

IHSG Ambruk 29,79 Persen, Asing Balik Jual Saham Rp10,24 Triliun

Redaksi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:55:05 WIB
Cetak
IHSG Ambruk 29,79 Persen, Asing Balik Jual Saham Rp10,24 Triliun
Hasan Fawzi.(int)

Pekanbaru - Pasar saham Indonesia kembali mendapat tekanan berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.071,14 pada akhir September 2026, anjlok 6,96 persen dalam sebulan dan terkoreksi 29,79 persen sejak awal tahun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan tekanan tersebut terjadi ditengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global akibat eskalasi ketegangan geopolitik dan kenaikan suku bunga global.

Tekanan juga terlihat dari pergerakan investor asing. Sepanjang September 2026, investor asing mencatatkan net sell saham sebesar Rp10,24 triliun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Agustus 2026 yang masih mencatat net buy Rp1,19 triliun.

Meski IHSG tertekan, OJK menilai kondisi likuiditas pasar modal domestik masih dapat dikelola. Rata-rata bid-ask spread tercatat 1,20 persen, relatif stabil dibandingkan 1,17 persen pada Agustus.

"Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian saham turun menjadi Rp14,94 triliun dari Rp15,86 triliun pada bulan sebelumnya," kata Hasan Fawzi dalam rilis OJK, Rabu (7/10/2026).

Tekanan juga terjadi di pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 439,05 atau turun tipis 0,23 persen secara bulanan dan 0,41 persen secara year to date. Rata-rata yield Surat Berharga Negara (SBN) naik 14,12 basis poin secara bulanan.

Investor asing di pasar SBN juga berbalik melakukan net sell, meski terbatas, sebesar Rp340 miliar. Pada Agustus, investor asing masih mencatatkan net buy Rp15,35 triliun.

Dikatakannya, dinamika tersebut akan terus dicermati. Regulator juga memperpanjang kebijakan pembelian kembali saham tanpa RUPS hingga 31 Desember 2026 dan memberlakukan kembali ketentuan batasan auto rejection untuk menjaga stabilitas pasar di tengah volatilitas tinggi.


[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Ekonomi

DJP Perketat Pengawasan Meterai Teraan Digital

Rabu, 07 Oktober 2026 - 16:20:00 WIB

Pekanbaru - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperketat tata kelola penggunaan Meterai Teraan Dig.

Ekonomi

OJK Catat 35.438 Aduan Keuangan Ilegal, Pinjol Jadi Biang Terbesar

Rabu, 07 Oktober 2026 - 11:58:11 WIB

PEKANBARU - Aktivitas keuangan ilegal masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi konsumen. OJ.

Ekonomi

Riau Perkuat Pasokan Pangan dari Sumut, Tekan Risiko Lonjakan Harga

Jumat, 02 Oktober 2026 - 18:53:10 WIB

PEKANBARU - Ketergantungan Riau terhadap pasokan pangan dari luar daerah menjadi salah satu risik.

Ekonomi

Jelang Nataru, Riau Amankan Jalur Pasokan Pangan dari Sumut

Kamis, 01 Oktober 2026 - 21:34:10 WIB

PEKANBARU - Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi salah satu momentum yang diantisipasi P.

Ekonomi

KAD Riau-Sumut Tak Berhenti di Meja MoU, Transaksi Perdana Tembus 6 Ton Beras

Kamis, 01 Oktober 2026 - 17:08:58 WIB

PEKANBARU - Kerjasama perdagangan pangan antara Riau dan Sumatera Utara tidak berhenti pada penan.

Ekonomi

BI Siapkan Platform Konsumen Aman, Edukasi hingga Sistem Reward

Kamis, 24 September 2026 - 16:10:00 WIB

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan edukasi dan perlindungan konsumen melalui penge.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Kualitas Udara Memburuk, PJJ Sekolah di Pekanbaru Diperpanjang hingga 10 Oktober
07 Oktober 2026
GERAM Tuntut DPRD Pekanbaru Bertindak soal Dugaan Overdosis Anak di THM MP Club
07 Oktober 2026
DJP Perketat Pengawasan Meterai Teraan Digital
07 Oktober 2026
Udara Pekanbaru Siang Ini Makin Bahaya, PM2.5 Tembus 262,7 Paru-Paru Terancam
07 Oktober 2026
OJK Catat 35.438 Aduan Keuangan Ilegal, Pinjol Jadi Biang Terbesar
07 Oktober 2026
Walikota Pekanbaru Izin Umrah, Pemerintahan Dijalankan Wawako
07 Oktober 2026
Kredit Bank Tembus Rp9.178 Triliun, BNPL Melonjak 29 Persen
07 Oktober 2026
Walikota Pekanbaru Dorong Literasi Anak, Karya Lokal Dinilai Penting
07 Oktober 2026
IHSG Ambruk 29,79 Persen, Asing Balik Jual Saham Rp10,24 Triliun
07 Oktober 2026
Pagi Ini Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 231
07 Oktober 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Museum Bank Indonesia Tak Sekadar Simpan Sejarah Mata Uang
  • 2 RSD Madani Tambah CT-Scan hingga Cathlab, Layanan KJSU Ditargetkan Beroperasi 2027
  • 3 PJJ Berakhir, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka Besok
  • 4 Cuaca Membaik, Pemko Pekanbaru Belum Putuskan Sekolah Senin
  • 5 Kabut Asap Memburuk, DLHK Tutup Tiga Ruang Terbuka Hijau Pekanbaru
  • 6 BATIQA Hotel Pekanbaru Tawarkan Paket Menginap Ditengah Kabut Asap
  • 7 Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved