Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka, PAUD dan TK Masih PJJ
PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (19/10/2026), menyusul membaiknya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, kebijakan ini belum berlaku bagi jenjang PAUD dan TK yang tetap menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B.400.3.1/Disdik/45/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru yang ditandatangani Plt Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal.
Dalam surat edaran itu, Jamal menyatakan penyesuaian pembelajaran dilakukan berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang menunjukkan kualitas udara semakin membaik.
Meski sekolah kembali dibuka untuk pembelajaran tatap muka, Disdik mewajibkan seluruh warga sekolah menggunakan masker. Kegiatan belajar juga dipusatkan di dalam kelas dengan membatasi aktivitas di luar ruangan.
Sekolah diminta memantau kondisi kesehatan murid setiap hari. Siswa yang rentan terhadap paparan polusi, terutama yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), harus mendapat perhatian khusus.
"Murid yang mengalami gangguan kesehatan diperbolehkan belajar dari rumah setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah," kata Jamal, Minggu (18/10/2026).
Ia juga mengantisipasi kemungkinan kualitas udara kembali memburuk. Jika kondisi tersebut terjadi secara mendadak, kepala sekolah dapat menghentikan kegiatan luar ruangan, memulangkan siswa lebih awal, atau mengalihkan pembelajaran menjadi PJJ setelah berkoordinasi dengan Disdik Pekanbaru.
Sementara itu, sekolah dan madrasah di bawah kewenangan Kementerian Agama serta kementerian dan lembaga lain di Pekanbaru diimbau menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara, kesehatan, dan keselamatan peserta didik.
Sebelumnya, polusi udara akibat karhutla berulang kali memaksa sekolah di Pekanbaru menghentikan.
Berita Lainnya +INDEKS
Perubahan APBD Bengkalis 2026 Capai Rp3,57 Triliun, Belanja Daerah Tembus Rp3,58 Triliun
BENGKALIS - DPRD Kabupaten Bengkalis mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang.
Kasmarni: Jabatan Bukan untuk Dilayani, Pejabat Harus Selesaikan Masalah Rakyat
BENGKALIS - Bupati Bengkalis Kasmarni menuntut birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengk.
Pendapatan Bengkalis Naik Rp3,57 Triliun, DPRD dan Pemkab Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026
BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis menaikkan proyeksi pendapatan daerah dalam Perubahan A.
Perpanjangan Masa Jabatan Kades, DPRD Bengkalis Ingatkan Amanah dan Transparansi
BENGKALIS - Perpanjangan masa jabatan kepala desa di Kabupaten Bengkalis harus diikuti peningkata.
DPRD Bengkalis Dorong Inovasi Maritim Lewat Kontes Kapal Indonesia 2026
BENGKALIS - DPRD Kabupaten Bengkalis mendorong penguatan inovasi teknologi perkapalan dan sumber .
Septian Nugraha Minta Penerima Beasiswa Sawit Kembali Bangun Bengkalis
BENGKALIS - Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha meminta penerima Beasiswa Sumber Daya .








