Bukittinggi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau menjadikan Kabupaten Siak sebagai wilayah sasaran proyek percontohan Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dengan komoditas nanas sebagai penggerak utama.
Program ini diarahkan untuk menghubungkan potensi ekonomi daerah dengan akses dan layanan sektor jasa keuangan. Pendekatannya tidak sebatas mendorong penyaluran pembiayaan, tetapi juga memastikan kebutuhan pelaku usaha dan kelompok tani menjadi bagian dari perencanaan pengembangan komoditas.
Kepala OJK Provinsi Riau Moh Fredly Nasution menjelaskan dalam pelaksanaannya, OJK melibatkan Pemerintah Kabupaten Siak dan organisasi perangkat daerah terkait, lembaga jasa keuangan, pelaku usaha dan kelompok tani nanas, serta pemangku kepentingan lain, termasuk pembeli hasil produksi atau offtaker.
Kolaborasi tersebut dibutuhkan untuk mempertemukan kebutuhan pembiayaan dengan potensi usaha yang dapat dikembangkan. Dengan demikian, akses keuangan diharapkan menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah, bukan sekadar penyaluran dana.
"Program PED dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, mulai dari kajian potensi daerah, koordinasi dan FGD, penyusunan skema pengembangan, hingga implementasi. OJK juga memasukkan pemantauan realisasi akses keuangan sebagai bagian dari tahapan program," kata Fredly saat gathering media di Bukittinggi, Rabu (14/10/026) malam.
Dikatakannya, peemantauan tersebut menjadi penting untuk melihat sejauh mana skema yang dirancang dapat membuka akses layanan keuangan bagi pelaku usaha dan kelompok tani nanas di Siak.
Pengembangan komoditas melalui PED sekaligus menempatkan koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Namun, dampak program akan lebih terukur apabila diikuti indikator yang jelas, seperti peningkatan akses pembiayaan, pertumbuhan usaha, perluasan pasar, dan manfaat ekonomi yang diterima petani.
Melalui proyek percontohan ini tambah Fredly, OJK Provinsi Riau berupaya membangun pola pengembangan ekonomi daerah yang menghubungkan potensi komoditas unggulan dengan akses keuangan dan dukungan ekosistem usaha.(novri)