• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • Otomotif
  • Daerah
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • More
    • Nasional
    • Olahraga
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Internasional
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Lifestyle

Sikap Abnormal Herry Wirawan si Pemerkosa 14 Santriwati, Ciri-Ciri Psikopat

Redaksi

Ahad, 12 Desember 2021 09:41:43 WIB
Cetak
Sikap Abnormal Herry Wirawan si Pemerkosa 14 Santriwati, Ciri-Ciri Psikopat
Herry Wirawan (okezone.com).

Herry Wirawan dengan tega memperkosa 14 santriwati didikannya di pesantren yang berlokasi dikawasan Cibiru, Bandung, Jawa Barat. Karena perbuatan itu, Herry terancam hukuman 20 tahun penjara.

Tak hanya memperkosa anak di bawah umur, Herry dengan sadar memperlakukan santriwatinya sebagai kuli dalam proyek pembangunan pesantren. Belum berhenti di situ, ia juga memanfaatkan bayi yang dilahirkan dari hasil pemerkosaan untuk jadi 'alat' mencari dana sumbangan.

Baca Juga :
  • Digilir 8 Pria, Meninggal Akibat Infeksi Mulut Rahim
  • Sidang Perkara Ruko di PN Pekanbaru Saksi Penggugat Dinilai Berbelit
  • Usai Isi BBM Suzuki Karimun Terbakar, Penumpang Luka

Kejahatan Herry menurut kejaksaan pun terjadi dalam ranah pengelolaan pesantren. Ia diketahui menggunakan dana BOS yang merupakan hak santriwati tanpa alasan yang jelas. Benar-benar tak habis pikir ada manusia yang berlaku begitu.

"Perilaku Herry dapat digolongkan sebagai salah satu kategori perilaku abnormal, karena tidak ada orang normal melakukan perbuatan bejat seperti itu," kata Psikolog Klinis Meity Arianty melalui pesan singkat, Sabtu (11/12/2021). 

"Bayangkan, betapa tidak berperikemanusiaan, kontrol dirinya sebagai manusia sudah tidak ada, enggak bermoral, enggak punya norma kesusilaan, dan enggak memiliki empati," lanjut Mei coba menilai dari apa yang sudah diperbuat Herry. 

Bahkan, Mei pun tak habis pikir bahwa ada manusia yang dengan sadarnya menjadikan anak hasil pemerkosaan dianggap sebagai anak yatim piatu dan dijadikan 'alat' untuk meminta dana pada sejumlah pihak. Pun soal dana BOS yang digunakan tidak jelas.

"Luar biasanya, sampai saya enggak tahu harus bilang apa lagi, Herry diketahui meminta korban untuk tetap melahirkan bayi yang dikandungnya dan berjanji akan menikahi mereka serta merawat bayi tersebut sampai kuliah. Dari serangkaian pernyataan Herry, apakah ada kalimat penyesalan? Tidak ada!" tegas Mei.

Dari informasi-informasi yang disampaikan di persidangan, Mei cukup yakin bahwa apa yang dilakukan Herry mengarah ke tindakan psikopat.

"Ini sesuai dengan apa yang disampaikan Freud bahwa semua tindakan seorang psikopat didasari keinginan id semata, tanpa memperdulikan baik dan buruk tindakannya. Hal yang menggerakkan id itu adalah nafsu, keinginan, serta kebutuhan," paparnya. 

Semakin jelas, sambung Mei, karena Herry si pemerkosa seolah tanpa penyesalan melakukan serangkaian kejahatan tersebut. Ia juga merendahkan santriwati-santriwatinya termasuk keluarganya.

"Herry sudah menyakiti, memanipulasi, tidak peduli pada hak orang lain, berbohong, mencuri, dan tidak bertanggung jawab. Orang seperti ini sangat berbahaya jika berada di lingkungan masyarakat," sambung Mei. 

Di sisi lain, Mei juga meminta kepada pemerintah untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk melakukan investigasi mendalam pada proses pengelolaan pesantren. Sebab, dari sana tentu akan didapat banyak informasi yang bisa membuka tabir kejahatan keji ini. 

"Kepada pemerintah, kami berharap sekali untuk memeriksa tempat Herry juga, karena jangan sampai kasus seperti ini lolos dan hanya meninggalkan luka teramat dalam bagi para korban yang masih sangat muda yang masih memiliki masa depan panjang," saran Mei.

"Pemeriksaan mendalam juga diperlukan kepada para orangtua santriwati. Apakah para orangtua tahu tentang kejadian ini atau tidak, jika tidak tahu, bagaimana pihak pesantren menutupi kebusukan ini semua. Kami yakin banyak pihak terlibat di sini dan kesejahteraan korban tetap harus menjadi prioritas utamanya," tambah Mei.


Sumber : okezone.com /

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Lifestyle

Tingkatkan Silaturahmi, Capella Honda Buka Puasa Bersama Konsumen

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:32:22 WIB

PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau menggelar buka puasa bersama konsumen setia, .

Lifestyle

Potret Raihan dan Farah Sewaktu KKN

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:15:01 WIB

PEKANBARU - Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih peribahasa ini tak lepas dari setiap.

Lifestyle

Berlebihan Tidur Saat Puasa Bikin Buncit, Ini 4 Cara Atur Polanya

Selasa, 24 Februari 2026 - 07:35:54 WIB

Banyak orang yang mengisi waktu puasa dengan tidur. Kerap kali, itu dilakukan untuk menghindari r.

Lifestyle

CDN Beri Tips Berkendara saat Ramadan

Jumat, 20 Februari 2026 - 16:16:48 WIB

PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau, gencar sosialisasi keselamatan berkendara. K.

Lifestyle

Rigina dan Nagita Asal Pekanbaru Harumkan Indonesia Ajang Musik Internasional di Singapura

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:41:26 WIB

PEKANBARU - Pertengahan Februari 2026, nama Indonesia, khususnya Provinsi Riau kembali menggema d.

Lifestyle

Menguatnya Swasensor Melahirkan “Tabu Baru” dalam Kerja Pers

Ahad, 15 Februari 2026 - 13:14:11 WIB

Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mencatat tren menguatnya praktik swasensor dikalangan jurn.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Waste Stasion Sudah Beroperasi di Pekanbaru, Warga Bisa Tukar Sampah Jadi Rupiah
22 Maret 2026
Harga Minyak Goreng dan Bawang di Pekanbaru Stabil
21 Maret 2026
Pawai Takbir Idulfitri 1447 Hijriah di Pekanbaru Meriah
21 Maret 2026
Walikota Pekanbaru Salat Idulfitri di Lapangan Hang Jebat, Ada Hadiah Umroh
20 Maret 2026
CDN Riau Sukses Gelar Honda AT Family Day di Pekanbaru
20 Maret 2026
Daftar Kendaraan yang Dilarang Masuk Tol Pekanbaru - Dumai selama Arus Mudik 2026
20 Maret 2026
Disnaker Pekanbaru Sudah Terima Belasan Aduan THR
17 Maret 2026
Kabar Gembira Petani Riau: Harga TBS Umur 9 Tahun Capai Nilai Tinggi Rp3.842
17 Maret 2026
Pemerintah Pekanbaru Ingatkan Pengelola Ritel Modern Jangan Jual Sembako Diatas HET
16 Maret 2026
Tumbuh Positif, Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
16 Maret 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Pemkab Siak Tetap Bayarkan TPP dan THR ASN, Nominal Disesuaikan
  • 2 Walikota Agung: Target Utama Pemasangan Wifi Gratis Seluruh Halte di Pekanbaru
  • 3 Ini Rincian Lengkap Besaran Zakat Fitrah di Pekanbaru Berdasarkan Jenis Beras
  • 4 Awasi Aktivitas Restoran saat Ramadan, Satpol PP Datangi Mal SKA dan Living Word
  • 5 Ramadan dan Idulfitri Tahun Ini, Bank Indonesia Siapkan Rp185,6 Triliun
  • 6 Pemko Pekanbaru Tak Kunjung Bayar Gaji Tenaga Alih Daya, Netizen: Sahur Pakai Indomie
  • 7 Disdik Klaim Pekanbaru Satu-satunya Daerah di Riau Berani Gaji PPPK PW Diatas UMR

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved