BI Riau Soroti Risiko Penipuan Digital dan Ketimpangan Literasi QRIS
PEKANBARU - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau menyoroti masih belum meratanya literasi digital masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Riau. Kondisi tersebut dinilai perlu direspon dengan edukasi yang lebih terarah, terutama di wilayah dengan kapasitas digital yang relatif rendah.
Kepala BI Perwakilan Riau Panji Achmad mengatakan, peningkatan penggunaan transaksi digital melalui QRIS perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat terhadap keamanan transaksi. Salah satu risiko yang menjadi perhatian ialah potensi penipuan digital yang menyasar merchant maupun konsumen.
Data BI mencatat terdapat 14 pengaduan konsumen selama 2026 yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Di sisi lain, jumlah merchant QRIS mengalami penyesuaian pada periode Mei hingga Juli 2026 seiring dengan penataan merchant dormant oleh penyedia jasa pembayaran (PJP). Penataan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas ekosistem QRIS.
BI ke depan mengarahkan penguatan pada peningkatan jumlah merchant aktif serta keberlanjutan transaksi QRIS, bukan sekadar mengejar pertumbuhan jumlah merchant yang terdaftar.
“Literasi digital antarwilayah belum merata, sehingga diperlukan edukasi yang lebih terarah pada kabupaten/kota dengan kapasitas digital yang lebih rendah,” kata Panji dalam Riau Economic Forum 2026, Senin (31/8/2026).
Penguatan literasi dinilai penting agar ekspansi pembayaran digital tidak hanya meningkatkan kemudahan transaksi, tetapi juga diikuti kemampuan masyarakat mengenali dan menghindari modus penipuan.
Berita Lainnya +INDEKS
Kepatuhan SPT Tahunan di Riau Capai 88,66 Persen, Industri Pengolahan Dongkrak Pajak
PEKANBARU - Tingkat kepatuhan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh).
DJP Riau Harus Kejar Rp7,12 Triliun dalam Tiga Bulan
PEKANBARU - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau menghadapi tekanan besar u.
Target Kredit Rp400 Triliun pada 2027, OJK Dorong Inklusi Keuangan Sepanjang Tahun
PEKANBARU - Pemerintah menargetkan penyaluran kredit perbankan secara nasional mencapai Rp400 tri.
Target Satu Orang Satu Rekening, OJK Riau Tekankan Akses Keuangan
PEKANBARU - Program satu orang satu rekening yang disampaikan pemerintah pusat menjadi salah satu.
Kredit Rp53,15 Triliun Disalurkan dalam Tiga Bulan, 2,1 Juta Debitur Terima Pembiayaan
Pekanbaru - Sebanyak 2.106.401 debitur menerima kredit atau pembiayaan senilai Rp53,15 triliun se.
OJK Catat Kredit Rp64,85 Triliun untuk Lawan Rentenir, 2,28 Juta Debitur Terjangkau
Pekanbaru - Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir yang dikoordinasikan melalui Tim Percepata.








