Bank Aladin Syariah Geser Strategi, Bangun Ekosistem Digital dan Perkuat Deteksi Fraud
PEKANBARU - PT Bank Aladin Syariah Tbk mengubah pendekatan bisnisnya dari sekadar menjual produk perbankan menjadi membangun ekosistem digital. Strategi itu ditempuh dengan mengintegrasikan layanan funding, financing, dan fee-based services melalui kemitraan strategis serta Open Banking.
Presiden Direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk Koko Tjatur Rachmadi mengatakan, pengembangan bank digital kini tidak cukup hanya mengandalkan produk. Menurut dia, product, ecosystem, dan experience menjadi pusat model bisnis perseroan.
“Kami berfokus pada pergeseran dari menjual produk menjadi membangun ekosistem,” kata Koko saat menjadi narasumber Riau Economic Forum di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Riau, Senin (31/8/2026).
Di sisi funding, Bank Aladin Syariah mengembangkan sejumlah layanan digital seperti tabungan digital, auto saving, saving goals, deposito digital, tabungan haji, hingga tabungan anak-anak.
Pada sisi pembiayaan, perseroan menyasar segmen ritel, komersial, UMKM, hingga korporasi. Sementara layanan fee-based diperluas melalui tarik dan setor tunai, pembayaran QRIS, pembayaran tagihan, top up e-wallet, transfer instan, dan recurring payment.
Strategi ekosistem juga diperkuat melalui strategic partners yang mencakup pembayaran, tarik-setor tunai, O2O, pembiayaan, serta layanan korporasi. Bank Aladin juga mengembangkan Banking-as-a-Service (BaaS) dan Open Banking agar aktivitas perbankan dapat masuk ke berbagai platform nonperbankan.
Transformasi tersebut menandai pergeseran model industri dari product-centric menjadi ecosystem-centric. Bank tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan dan menyalurkan dana, tetapi menjadi bagian dari rantai layanan digital nasabah dan mitra usaha.
Di tengah ekspansi digital itu, Bank Aladin Syariah juga memperkuat sistem keamanan. Perseroan mengintegrasikan Fraud Detection System (FDS) berbasis artificial intelligence (AI) dengan proses e-KYC untuk mendeteksi risiko sejak nasabah melakukan onboarding hingga setiap transaksi.
Sistem tersebut mencakup verifikasi dan pengenalan dokumen, autentikasi wajah dan biometrik, penilaian risiko, pemantauan transaksi, hingga analisis nasabah, perangkat, dan perilaku pengguna.
Bank Aladin juga memanfaatkan fraud intelligence untuk mengidentifikasi akun penipuan, perangkat yang digunakan bersama, serta rekening yang diduga menjadi bagian dari jaringan mule account.
“Dengan menggabungkan kapabilitas perbankan, AI, dan fraud intelligence, kami membangun pertahanan berlapis yang mampu memahami risiko sejak onboarding hingga sepanjang customer journey,” ujar Koko.
Langkah itu menjadi penting seiring semakin luasnya transaksi digital. Bagi Bank Aladin Syariah, pertumbuhan bisnis digital harus berjalan beriringan dengan penguatan perlindungan nasabah agar ekspansi ekosistem tidak membuka ruang baru bagi fraud dan scam.
Berita Lainnya +INDEKS
BI: Konsumsi, Kredit dan Transaksi Digital Jadi Motor Ekonomi Riau
PEKANBARU - Penguatan konsumsi masyarakat, penyaluran kredit, dan transaksi digital dinilai menja.
OJK Soroti Ketergantungan Pindar, BNPL, dan Bulion pada Ekosistem Perbankan Digital
PEKANBARU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bisnis pendanaan digital, buy now pay later (BNP.
Digitalisasi Dongkrak Sektor PVML, Pindar dan BNPL Tumbuh Dua Digit
PEKANBARU - Digitalisasi mengubah wajah sektor Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, .
Pajak Air Permukaan Dikejar, Pemprov Riau Pastikan Tak Mudah Dimanipulasi
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memperketat penerimaan dari sektor pajak air permu.
BI Riau Dorong Ekonomi Tumbuh Solid dan Digitalisasi Makin Cepat
PEKANBARU - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau kembali mendorong penguatan ekono.
Sekdaprov Riau Dorong Perusahaan Bayar Pajak dan Prioritaskan Truk Berpelat Lokal
PEKANBARU - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi mendorong perusahaan yang b.








