Kenali Bahaya Toxic Parents
Toxic parents merupakan tipe orang tua yang mengatur anak sesuai dengan kemauannya tanpa menghargai perasaan dan pendapat sang anak. Dampaknya akan membuat anak merasa terkekang dan ketakutan. Bahkan, tak jarang anak tumbuh menjadi pribadi yang sering menyalahkan diri sendiri dan memiliki rasa percaya diri yang rendah.
Perilaku toxic parents terkadang dilakukan para orang tua melakukannya atas nama cinta, tetapi sebenarnya justru yang dilakukan adalah hal yang sangat bertolak belakang. Psikologi Anak, Monica Sulistiawati, mengungkapkan, tak jarang perilaku toxic parents ini justru sedikit demi sedikit malah menyakiti dan meracuni sang anak.
“Orang tua yang toxic parent ini tidak bisa memiliki rasa empati pada anaknya, lebih memiliki cita-cita yang tinggi dan target yang tinggi tanpa dibarengi dengan apresiasi,” ujarnya yang dikutip Akurat.co dari laman Parentalk ID.
Monica menambahkan ciri lainnya orang tua yang toxic parents umumnya tidak menghargai privasi anak kalau mengambil keputusan tentan g hal-hal yang berhubungan dengan sang anak. Mereka kerap tidak melakukan diskusi bersama anak dan langsung mengambil keputusan tanpa pertimbangan tersebut.
Hal ini justru berdampak dalam jangka panjang baik secara tidak langsung dan juga sedikit demi sedikit orang tua yang toxic parents malah merendahkan sang anak dan menjatuhkannya. Agar terhindar jadi orang tua yang toxic parent, Monica menyarankan hal yang utama yakni melakukan refleksi diri sendiri.
Dengan memikirkan perilaku yang pernah diterima dan itu perilaku keliru, sehingga apabila kita lakukan hal tersebut suatu saat nanti bagaimana dampaknya pada sang anak.
“Misalnya ketika memarahi anak tanpa sengaja dan mereka mengungkit-ngungkit kesalahan maka coba itu refleksi ke dalam diri sendiri. Pikirkan kalau saya yang melakukan kesalahan kemudian kesalahan saya diungkit-ungkit oleh orang lain,” sambungnya.
Selanjutnya, orang tua mulailah berani meminta maaf. Dengan meminta maaf, maka langkah selanjutnya pasti akan memperbaiki perilaku dengan cara mengendalikan diri sebagai manusia dewasa.
“Kita kan dianugerahi kecerdasan dan akal budi untuk mengontrol perilaku kita. Jika hal ini sulit dilakukan, berarti kita perlu bantuan orang lain untuk dapat belajar cara mengendalikan diri sendiri,” pungkas Monica.
Berita Lainnya +INDEKS
AHM Best Student 2026 Regional Riau Sukses Digelar
PEKANBARU - Ajang Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2026 tingkat Regional Riau sukses digela.
346 Guru PJOK Lulus NPET 2026, Dorong Budaya Hidup Sehat di Sekolah
Tantangan gaya hidup anak dan remaja Indonesia semakin kompleks. Pola makan yang belum seimbang, .
Capella Honda Riau Bawa Pulang Tiga Gelar Nasional AHSRIC 2026
PEKANBARU - Komitmen PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau dalam membangun budaya keselamatan b.
Capella Honda Aceh Ikut Angkat Prestasi Nasional
PEKANBARU - Prestasi Capella Honda di panggung nasional tak hanya datang dari Riau. Regional Aceh.
Sambut HUT RI, Capella Honda Riau Gelar Lomba Hias Gapura Berhadiah Puluhan Juta
PEKANBARU - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Capella Honda Riau menggel.
Hadir di Pekanbaru, HiLo Strong Fest 2026 Cegah Sarcopenia
PEKANBARU - HiLo kembali menggelar HiLo Strong Fest 2026 di The Zuri Hotel Pekanbaru sebagai bagi.








