Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 8 Ekor Kukang Asal Sumatera Barat
PEKANBARU - Polda Riau berhasil menggagalkan penyelundupan 8 ekor Kukang asal Tanah Datar, Sumatera Barat. Dua orang tersangka juga berhasil dibekuk Polda Riau.
Keduanya ditangkap petugas saat hendak memperjual belikan satwa bernama latin Nycticebus dilataran parkir Rumah Sakit Eka Hospital 12 Juli 2021.
Kepala bidang (Kabid) Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, dari penangkapan kedua pelaku tersebut, petugas berhasil menyita 8 ekor Kukang yang di masukkan dalam dua kardus berbeda. Setiap kardus berisi 4 ekor Kukang.
"Rencananya, keduanya akan memperjual belikan satwa Kukang itu sebesar Rp2.500.000 setiap ekornya," kata Sunarto, Senin (19/07/21).
Ia menyebut, menurut keterangan KIS Kukang tersebut didapatkan dari hutan yang ada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Bahkan ada juga yang Ia beli dari masyarakat di wilayah itu.
"Mereka berencana akan melakukan transaksi di Pekanbaru. Dan saat di tangkap keduanya tengah menunggu pembeli," sebutnya.
Diperoleh juga keterangan bahwa saat yang kini jumlahnya juga sudah mulai terbatas itu jika di pasaran mencapai Rp4-7 juta per ekornya. Namun saat ini hewan tersebut masuk dalam kategori dilindungi. Sehingga ada sanksi bagi mereka yang memburu, memelihara, membunuh bahkan juga memperjual belikan satwa tersebut.
Selain pelaku, petugas juga menyita beberapa barang bukti seperti dua buah kardus dan satu unit mobil Toyota Avanza yang digunakan mengangkut satwa tersebut.
Keduanya kini dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 KUHPidana. Yakni dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.
"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya dengan melindungi satwa-satwa liar yang dilindungi dari penjualan, perburuan atau pembunuhan terhadap satwa yang dilindungi. Agar kita dapat mewariskannya kepada anak cucu kita," katanya.
Berita Lainnya +INDEKS
Dokter Spesialis Bakal Rutin Layani Warga Rupat
Bengkalis - Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyiapkan skema penugasan dokter spesialis dari RSUD .
Kasmarni Pantau Posyandu, Pastikan Pelayanan Dasar Berjalan
Bengkalis - Bupati Bengkalis Hj Kasmarni meninjau langsung pelayanan Posyandu Kelapa Hijau 2 di J.
Agung Nugroho Pimpin Rakor Forkopimda, Kondusivitas Pekanbaru Jadi Sorotan
PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan .
Walikota Pekanbaru Tekankan Pelayanan MPP Tak Boleh Tertunda
PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik .
PM2.5 Pekanbaru Melonjak, Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk pada Senin (28/9/2026) malam. Konse.
Agung Nugroho Siapkan Gerakan Bersihkan Sungai Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan Gerakan Ayo Muliakan Sungai (GERNAS) unt.








