12 Posko Nataru Disiagakan di Jalan Lintas Riau
PEKANBARU - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau mendirikan posko pantau selama peringatan Natal dan tahun baru (Nataru). Posko tersebut didirikan di jalan-jalan lintas penghubung Provinsi Riau dengan provinsi tetangga.
Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak mengatakan, posko Nataru tersebut didirikan dilokasi yang dinilai strategis. Selain untuk memantau kelancaran arus lalulintas dan kelayakan jalan, di posko tersebut juga disiagakan alat berat.
“Selama pelaksanaan Nataru kami mendirikan 12 posko pantau. Petugas stanby disana termasuk alat berat jika ada kerusakan jalan atau longsor yang perlu penanganan segera,” katanya, Rabu (24/12/2025).
Dilanjutkan Yohanis, pada posko tersebut masyarakat yang melintas juga bisa singgah untuk sekadar beristirahat. Kemudian, juga bisa menghimpun informasi tentang kondisi jalan yang akan dilintasi.
“Masyarakat yang sedang dalam perjalanan dan butuh istirahat juga bisa sehingga di posko tersebut,” ujarnya.
Adapun 12 lokasi posko tersebut yakni di Simpang Balam–Simpang Batang, Simpang Batang–Simpang Kullim, Duri Kandis, Rantau Berangin-Batas Sumbar, Sp Ujung Tanjung-Bagan Siapi-api, Simp Kayu Ara-batas Kabuoaten Pelalawan.
Kemudian, di Sp Lago-Siak Sri Indrapura, Simpang Lago Sorek, Pematang Reba-Siberida, Tempuling-Tembilahan, Ruas Jalan batas Taluk Kuantan-Muara Lembu dan Taluk Kuantan-batas Sumbar.
Dijelaskannya, saat ini total ruas panjang jalan nasional di Provinsi Riau sepanjang 1.257,90 Km. Dari panjang ruas jalan tersebut, dibagi menjadi empat kondisi. Yakni kondisi baik, sedang, rusak ringan dan juga rusak berat.
“Untuk panjang jalan nasional di Riau saat ini sepanjang 1.258,90 Km. Dari total panjang jalan tersebut, yang dalam kondisi baik sepanjang 545,51 Km atau 43,37 persen,” katanya.
Kemudian, untuk jalan dalam kondisi sedang yakni sepanjang 623,55 Km atau 49,57 persen. Selanjutnya jalan dalam kondisi rusak ringan sepanjang 86,06 Km atau 6,84 persen dan yang dalam kondisi rusak berat sepanjang 3,80 Km atau 0,22 persen.
“Kemudian di Riau juga terdapat 364 unit jembatan yang menjadi kewenangan BPJN. Dari jumlah tersebut, ada 11 unit jembatan yang mengalami rusak ringan, 320 jembatan yang mengalami rusak sedang dan 33 unit jembatan rusak parah,” paparnya.
Selain itu, pihaknya juga telah memetakan lokasi daerah yang rawan terjadi bencana. Seperti daerah jalan yang rawan banjir yakni di ruas Jalan Siak Sri Indrapura-Mengkapan Buton pada Km 147. Kemudian juga di ruas jalan Simpang Lago-Sorek I pada Km 73.
“Kemudian ruas jalan yang rawan longsor yakni pada ruas Jalan Rantau Berangin-Batas Sumatera Barat. Kemudian juga pada ruas Jalan Duri-Kandis-Simpang Palas Siak II Pekanbaru. Selanjutnya Jalan Teluk Kuantan-batas Sumatera Barat,” sebutnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Harga Minyak Goreng dan Bawang di Pekanbaru Stabil
PEKANBARU - Aktivitas perdagangan bahan pokok di Pekanbaru terus meningkat menjelang Hari Raya Id.
Pawai Takbir Idulfitri 1447 Hijriah di Pekanbaru Meriah
PEKANBARU - Ribuan warga dari 15 kecamatan se-Kota Pekanbaru tumpah ruah mengikuti Pawai Gema Tak.
Walikota Pekanbaru Salat Idulfitri di Lapangan Hang Jebat, Ada Hadiah Umroh
PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho dijadwalkan akan melangsungkan sholat Idulfitri 2026.
Daftar Kendaraan yang Dilarang Masuk Tol Pekanbaru - Dumai selama Arus Mudik 2026
PEKANBARU - PT Hutama Karya (Persero) kembali mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna Jalan T.
Disnaker Pekanbaru Sudah Terima Belasan Aduan THR
PEKANBARU - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru, sudah menerima sebanyak 13 aduan/lapora.
Pemerintah Pekanbaru Ingatkan Pengelola Ritel Modern Jangan Jual Sembako Diatas HET
PEKANBARU - Harga bahan pokok di ritel modern juga menjadi sorotan Tim Satgas Pangan Kota Pekanba.








