Ketua Umum PWI Pusat Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan
Kemah Budaya Wartawan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 merupakan terobosan baru sejak HPN pertama digelar tahun 1982. Pemilihan lokasi Kemah Budaya di perkampungan Suku Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Provinsi Banten, juga sangat menarik. Peserta bisa belajar ilmu kehidupan langsung dari sumbernya.
Demikian dikatakan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Ahmad Munir didampingi Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sakedang dan Ketua Departemen Seni, Musik, Film dan Budaya Ramon Damora, serta Koordinator Kemah Budaya Kunni Masrohati, saat melepas peserta Kemah Budaya di aula PWI Pusat, Kebonsirih, Jakarta, belum lama ini.
“Di Baduy teman-teman bisa belajar bagaimana menjaga alam, dan hidup secara tradisional dan alami. Bahkan untuk Baduy dalam di sana tanpa internet, listrik dan peralatan modern lainnya. Ini tempat yang cocok untuk melakukan capacity building, di tengah situasi yang tidak mengenakkan dan serba terbatas. Sebuah tantangan untuk bisa beradaptasi di lingkungan yang jauh dari hal-hal yang menjadi keseharian kita,” ujar Cak Munir, sapaan akrabnya.
Di depan puluhan peserta Kemah Budaya yang terdiri dari wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah.Cak Munir berpesan agar peserta Kemah Budaya Wartawan ini belajar dan memahami kehidupan masyarakat Baduy yang tetap teguh memegang ajaran leluhurnya, menjaga alam dan sosial budaya. Bagaimana mereka menjaga komuniatasnya tetap survive di tengah kemajuan zaman, juga menarik untuk dipelajari.
“Lakukan pendalaman materi terlebih dulu supaya paham peta dan situasi di lokasi tujuan. Dan jangan lupa hormati semua larangan, pantangan dan aturan adat yang ada,” pesan Cak Munir yang juga Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara.
Seperti diketahui, PWI Pusat akan menggelar menggelar Kemah Budaya Wartawan pada 16-17 Januari 2026.
“Kegiatan Kemah Budaya Wartawan merupakan salah satu rangkaian HPN yang tahun ini dipusatkan di Banten. Kemah Budaya diprioritaskan bagi wartawan dan sastrawan perempuan. Wartawan dan sastrawan memiliki kesempatan yang sama dengan porsi berimbang, dan jumlah peserta terbanyak adalah perempuan,” ujar Kunni Masrohati.
Kegiatan ini akan diikuti oleh 41 wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Lampung, Palembang, Surabaya, hingga Samarinda.
“Karya tulis peserta dikirim ke email panitia paling lambat 21 Januari 2026 pukul 18.00 WIB. Seluruh karya akan dibukukan dan diluncurkan acara puncak HPN di Banten pada 8 Februari 2026,” kata Kunni, yang juga wartawan senior dan sastrawan.
Kondisi alam Kampung Baduy yang berupa perbukitan membutuhkan stamina yang prima. Oleh karena itu, peserta diingatkan agar benar-benar dalam kondisi sehat, baik jasmani maupun rohani.
Rombongan dijadwalkan diterima oleh Bupati Lebak sebelum menuju homestay di Kampung Ketug, Desa Kanekes. Peserta juga akan diajak berdiskusi dengan para pemuka dan masyarakat setempat untuk memahami adat istiadat serta kehidupan masyarakat Baduy.
Berita Lainnya +INDEKS
Benny Rahman Pimpin IKA Prodi HPT Faperta Unri
PEKANBARU - Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Program Studi (Prodi) Hama Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakul.
Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Retret PWI Tahun 2026 sebagai upaya strategis .
Bersama Kodam XIX/TT, PWI Riau Dorong Profesionalitas Jaga Stabilitas dan Keutuhan NKRI
PEKANBARU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau menekankan pentingnya sinergitas ant.
Ketua Umum HMI Pekanbaru Dukung Penempatan POLRI di Bawah Presiden
PEKANBARU - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru, Givo Vrabora menyampaikan.
Antusias Wartawan dari Berbagai Daerah, 347 Karya Masuki Tahap Penjurian AJP Award
Anugerah Jurnalistik PWI (AJP) Award 2025 resmi memasuki tahap penjurian. Antusiasme wartawan dar.
Jelang HPN 2026, Puluhan Wartawan dan Sastrawan Ikuti Kemah Budaya
Banten - Menjelang puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 di Provinsi Banten yang di.







