Karena Jejak Digital, Pelamar Kerja Ditolak HRD
Jurnalpekan-Hampir semua orang kini mempunyai akun media sosial yang kerap jadi sarana aktualisasi diri. Namun, bijaklah dalam menggunakan akun-akun tersebut karena media sosial ibarat pedang bermata dua.
Di satu sisi bisa untuk kebaikan seperti menyambung silaturahmi hingga membagikan informasi yang bermanfaat. Namun, media sosial bisa digunakan untuk hal-hal negatif seperti penipuan, menyebar hoaks, hingga menghina orang lain.
Kesemua unggahan pengguna biasanya terekam secara sempurna dan biasa disebut sebagai Jejak Digital yang bisa dilacak bahkan bertahun-tahun kemudian. Itulah yang kerap membawa petaka.
Seperti kisah seorang pelamar kerja yang ditolak mentah-mentah oleh bagian HRD yang mewawancarainya karena jejak digitalnya yang pernah menghina ibu kos-nya di masa lalu.
Dari unggahan akun Twitter @txtdariibukos, pelamar tersebut pernah menghina ibu kosnya menggunakan kata-kata yang sangat tidak pantas melalui Twitter miliknya beberapa tahun lalu.
Hal tersebut diketahui oleh si anak pemilik kos yang kemudian menunjukkan screenshot twit anak kos tersebut kepada ayahnya. Sang ayah marah dan ingin mengusir anak kos itu, namun sang ibu yang dihina malah melarang.
"Karena dulu orang tua mereka menitipkan mereka baik-baik, kasihan kalau diusir harus cari kos lagi," alasan sang ibu.
Selang dua tahun setelah lulus kuliah, si anak kos ternyata melamar pekerjaan di sebuah pekerjaan di mana si bapak kos juga bekerja. Di sesi wawancara, si anak kos ditanya tentang twit penghinaan dan tak bisa mengelak.
"Salfok ke kelakuan anak2 kosan, kenapa ngetweet ttg ibu kos ya? Maksudnya, agak ga penting bgt gitu pembahasan mereka ngomongin orang udh kyk emak2 toxic padahal masih pd muda," tulis @annanooy mengomentari.
"Inget banget mama selalu bilang "kalo main sosmed jangan aneh aneh, sewajarnya aja, jangan melakukan tindakan negatif, Jejak Digital itu kejam banget" Udah pernah baca kyk gini dan skrng baca lagi waw Tuhan memang adil," tambah @syahsyaraf.
Hati-hati saat bermain media sosial ya, jangan sampai jempolmu jadi harimaumu.***
Berita Lainnya +INDEKS
Kehadiran Pinjol di Kampus Islam Tuai Kritik, Dinilai Berpotensi Normalisasi Utang Mahasiswa
Dugaan keterlibatan platform pinjaman online (pinjol) UATAS dalam sebuah kegiatan yang dikaitkan .
Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polisi, Ujian Doktor dari Mapolda
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dikabarkan dijemput petugas kepolisian di .
BGN Temukan Kelebihan 6.877 Dapur MBG, Potensi Pemborosan Capai Rp43 Miliar per Hari
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengungkapkan adanya kelebihan jumlah dapur atau .
Prabowo Ganti Kepala BGN, Naniek Deyang Diyakini Percepat Program Gizi
Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dan menunjuk Naniek .
Tersangka Kecelakaan Maut Dilantik Jadi Staf Ahli, Luka Keadilan di Pandeglang
Keputusan Pemerintah Kabupaten Pandeglang melantik mantan Kepala DPMPTSP, Ahmad Mursidi, sebagai .
Teddy Sigap Tepis Tangan yang Hendak Dekati Prabowo, Aksi Tuai Sorotan Netizen
Momen ajudan pribadi Presiden terpilih Prabowo Subianto, Teddy Indra Wijaya, menjadi sorotan publ.








