IHSG Menguat 4,64 Persen, Dana Asing Kembali Masuk Rp1,19 Triliun
Pasar modal Indonesia mulai menunjukkan pemulihan pada Agustus 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.525,48, menguat 4,64 persen secara bulanan (mtm).
Penguatan tersebut menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Namun, secara kumulatif sejak awal tahun, IHSG masih terkoreksi cukup dalam, yakni 24,53 persen (ytd).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai ketahanan dan likuiditas pasar modal domestik secara umum masih terjaga.
Salah satu penopangnya adalah kembalinya dana investor asing. Sepanjang Agustus, investor asing mencatatkan net buy Rp1,19 triliun di pasar saham domestik, meski lebih rendah dibandingkan Juli yang mencapai Rp1,62 triliun.
Likuiditas pasar juga membaik. Rata-rata bid-ask spread menyempit dari 1,33 persen pada Juli menjadi 1,17 persen pada Agustus. Pada saat yang sama, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) meningkat dari Rp14,31 triliun menjadi Rp15,86 triliun.
Perbaikan juga terlihat di pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup pada level 440,04, naik 2,23 persen mtm dan hanya terkoreksi 0,18 persen secara ytd.
Minat asing bahkan terlihat lebih kuat di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Sepanjang Agustus, investor asing mencatatkan net buy Rp15,35 triliun, melonjak dibandingkan Rp6,79 triliun pada Juli.
Namun, rata-rata yield SBN meningkat 26,48 basis points (bps) secara bulanan.
Berbeda dengan SBN, pasar obligasi korporasi masih mencatatkan net sell, meski tipis, sebesar Rp70 miliar pada Agustus. Angka tersebut membaik dibandingkan net sell Rp260 miliar pada Juli.
"Investor Pasar Modal Tembus 31,14 Juta
Di tengah dinamika pasar, jumlah investor domestik terus bertambah. Pada Agustus saja, terdapat 1,07 juta investor baru," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Hasan Fawzi.
Secara kumulatif sepanjang 2026, jumlah investor pasar modal telah tumbuh 52,90 persen menjadi 31,14 juta investor.
Industri pengelolaan investasi juga relatif terjaga. Nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.013,03 triliun, sedangkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana berada di level Rp652,88 triliun.
Namun, investor reksa dana masih mencatatkan net redemption sebesar Rp8,50 triliun sepanjang Agustus.
Sementara itu, sejak ETF Emas diluncurkan pada 10 Agustus 2026, hingga akhir Agustus telah terdapat tujuh produk ETF Emas yang diterbitkan tujuh manajer investasi dengan total dana kelolaan Rp90,39 miliar.
Korporasi Himpun Rp128,80 Triliun
Pasar modal juga tetap menjadi sumber pembiayaan penting bagi korporasi. Hingga akhir Agustus 2026, penghimpunan dana korporasi domestik mencapai Rp128,80 triliun.
Dana tersebut berasal dari tujuh IPO, 12 Penawaran Umum Terbatas, sembilan penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk, serta 111 penawaran umum berkelanjutan EBUS.
Di pipeline, masih terdapat 24 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif mencapai Rp48,31 triliun.
Penggalangan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF) juga terus berkembang. Sepanjang Agustus terdapat 16 efek baru dan tiga penerbit baru dengan dana yang dihimpun Rp29,97 miliar. Secara kumulatif, dana yang dihimpun melalui SCF telah mencapai Rp2,04 triliun.
Berita Lainnya +INDEKS
OJK Waspadai Gejolak Global, Ekonomi RI Masih Tumbuh 5,29 Persen
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor jasa keuangan (SJK) nasional masih dalam kondisi stab.
DJP Riau Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Sekolah
PEKANBARU - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau mulai menanamkan kesadaran perpajakan sejak bang.
BI: Konsumsi, Kredit dan Transaksi Digital Jadi Motor Ekonomi Riau
PEKANBARU - Penguatan konsumsi masyarakat, penyaluran kredit, dan transaksi digital dinilai menja.
OJK Soroti Ketergantungan Pindar, BNPL, dan Bulion pada Ekosistem Perbankan Digital
PEKANBARU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bisnis pendanaan digital, buy now pay later (BNP.
Bank Aladin Syariah Geser Strategi, Bangun Ekosistem Digital dan Perkuat Deteksi Fraud
PEKANBARU - PT Bank Aladin Syariah Tbk mengubah pendekatan bisnisnya dari sekadar menjual produk .
Digitalisasi Dongkrak Sektor PVML, Pindar dan BNPL Tumbuh Dua Digit
PEKANBARU - Digitalisasi mengubah wajah sektor Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, .








