DJP Riau Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Sekolah
PEKANBARU - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau mulai menanamkan kesadaran perpajakan sejak bangku sekolah. Langkah itu dilakukan melalui program Pajak Bertutur 2026 bertema “Pajak Kita Energi Generasi Juara” di SMPS Santa Maria Pekanbaru, Rabu (3/9).
Sekitar 50 siswa mengikuti kegiatan yang digelar sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut. Kepala Kanwil DJP Riau YFR Hermiyana membuka langsung kegiatan bersama jajaran pejabat DJP Riau, kepala sekolah, dan guru pendamping.
DJP mengemas edukasi pajak dengan pendekatan yang dekat dengan pelajar. Permainan edukatif, kuis perpajakan digital, dan sesi tanya jawab digunakan untuk menjelaskan pajak tanpa pendekatan yang kaku.
Para siswa juga mengikuti secara hybrid agenda “Direktur Jenderal Pajak Menyapa”. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto memberikan materi mengenai pengenalan pajak dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari program Inklusi Kesadaran Pajak.
Hermiyana menegaskan, pemahaman tentang pajak harus dibangun jauh sebelum seseorang menjadi wajib pajak. Menurutnya, pelajar hari ini merupakan calon wajib pajak yang kelak ikut menentukan kemampuan negara membiayai pembangunan.
“Generasi muda adalah calon wajib pajak masa depan yang akan menentukan arah kemandirian dan pembangunan bangsa ini. Melalui program Pajak Bertutur ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai gotong royong dan kesadaran bahwa pajak adalah energi utama pembangunan nasional,” ujar Hermiyana.
Dalam materi “Sadar Pajak Sejak Dini”, siswa diperkenalkan pada fungsi pajak yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Penerimaan pajak antara lain menopang pembiayaan pendidikan, layanan kesehatan, fasilitas publik, hingga pembangunan infrastruktur.
Pendekatan interaktif membuat siswa aktif mengikuti kuis dan diskusi. DJP Riau ingin pemahaman tersebut tidak berhenti pada pengetahuan tentang pajak, tetapi berkembang menjadi kesadaran untuk taat pada aturan dan memahami kewajiban sebagai warga negara.
"Melalui edukasi di sekolah, kita targetkan kesadaran perpajakan tumbuh sebelum para pelajar memasuki dunia kerja dan menjadi wajib pajak," kata Hermiyana.
Ia berharap, kepatuhan pajak tidak sekadar muncul karena kewajiban hukum, tetapi berangkat dari pemahaman tentang kontribusi pajak bagi negara.
Berita Lainnya +INDEKS
Kepatuhan SPT Tahunan di Riau Capai 88,66 Persen, Industri Pengolahan Dongkrak Pajak
PEKANBARU - Tingkat kepatuhan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh).
DJP Riau Harus Kejar Rp7,12 Triliun dalam Tiga Bulan
PEKANBARU - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau menghadapi tekanan besar u.
Target Kredit Rp400 Triliun pada 2027, OJK Dorong Inklusi Keuangan Sepanjang Tahun
PEKANBARU - Pemerintah menargetkan penyaluran kredit perbankan secara nasional mencapai Rp400 tri.
Target Satu Orang Satu Rekening, OJK Riau Tekankan Akses Keuangan
PEKANBARU - Program satu orang satu rekening yang disampaikan pemerintah pusat menjadi salah satu.
Kredit Rp53,15 Triliun Disalurkan dalam Tiga Bulan, 2,1 Juta Debitur Terima Pembiayaan
Pekanbaru - Sebanyak 2.106.401 debitur menerima kredit atau pembiayaan senilai Rp53,15 triliun se.
OJK Catat Kredit Rp64,85 Triliun untuk Lawan Rentenir, 2,28 Juta Debitur Terjangkau
Pekanbaru - Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir yang dikoordinasikan melalui Tim Percepata.








