Ahli Kritik Harga Tes PCR Turun: Kontradiktif, Nanti Banyak Orang Bepergian
Ahli Biomolekuler, Basti Andriyoko, ikut menanggapi soal permintaan Presiden Jokowi agar biaya tes PCR diturunkan. Jokowi ingin harga tes PCR menjadi Rp450 ribu sampai Rp550 ribu.
Basti Andriyoko menilai, jika harga PCR turun, maka pihak yang tidak berkepentingan bisa leluasa melakukan mobilitas di masa pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya terkendali.
“Tes itu kan ada beberapa kelompok target, kalau pasien COVID-19 digratisin. Swasta juga gratiskan pasien karena nanti diklaimkan ke pemerintah," kata Basti yang juga merupakan Ketua Pokja Molekuler Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia (PP PDS PatKLIn) kepada kumparan, Minggu (15/8).
"Lalu ada tracing karena kan itu program pemerintah dan itu biasanya bukan sama swasta. Nah, ada pribadi yang memang larinya ke swasta. Ini simalakama,” tambah dia.
Basti menilai, jika menurunkan harga tes PCR akan menjadi kontra produktif dengan penanganan COVID-19. Sebab akan berdampak terhadap penanganan COVID-19.
"Kalau kita turunkan harganya tanpa mandang untung rugi dulu ya, ini agak kontradiktif dengan pengendalian pandemi. Kita ingin pandemi cepet selesai, tapi malah nurunin harga yang bikin orang bisa pergi-pergi. Terus agak miris rasanya, ada orang kaya jalan-jalan masa dia bayar PCR cuma Rp400 ribu, padahal dia mampu. Agak kurang pas,” ucap Basti.
Oleh sebab itu, Basti berharap ada penggolongan harga yang lebih rinci bagi penerima tes PCR. Ia berharap, penurunan harga tes PCR tak membuat celah negatif bagi orang dengan urgensi rendah.
“Mau senang-senang kita kasih murah. Itu kan agak kontradiktif. Jadi harus dibedakan kepentingan juga. Dalam arti, kepentingan pribadi bebas aja harganya. Nanti terserah orang mau pakai yang bagus atau tidak, itu kan pilihan,” ucap Basti.
“Kalau sudah jalan-jalan, atau masuk mal untuk kenikmatan diri sendiri. Harapannya, sih, yang dimaksud Pak Jokowi penurunan harga bukan buat yang seperti itu. Kalau dinas, kan, pasti ditanggung perusahaannya. Jadi harus dipilah lagi yang harus dikasih murah dan yang harus dikasih kayak tiket ada harga atas ada harga bawah,” tutup dia.
Sebelumnya, mahalnya harga tes PCR di Indonesia dibandingkan dengan India dikeluhkan sejumlah pihak. Sebab, Pemerintah India telah menurunkan harga tes PCR menjadi 500 Rupee atau setara Rp96 ribu.
Jokowi akhirnya meminta Menkes Budi Gunadi Sadikin untuk menurunkan harga tes PCR. Ia meminta harga tes PCR diturunkan ke Rp450 ribu-Rp550 ribu.
Berita Lainnya +INDEKS
Kehadiran Pinjol di Kampus Islam Tuai Kritik, Dinilai Berpotensi Normalisasi Utang Mahasiswa
Dugaan keterlibatan platform pinjaman online (pinjol) UATAS dalam sebuah kegiatan yang dikaitkan .
Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polisi, Ujian Doktor dari Mapolda
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dikabarkan dijemput petugas kepolisian di .
BGN Temukan Kelebihan 6.877 Dapur MBG, Potensi Pemborosan Capai Rp43 Miliar per Hari
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengungkapkan adanya kelebihan jumlah dapur atau .
Prabowo Ganti Kepala BGN, Naniek Deyang Diyakini Percepat Program Gizi
Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dan menunjuk Naniek .
Tersangka Kecelakaan Maut Dilantik Jadi Staf Ahli, Luka Keadilan di Pandeglang
Keputusan Pemerintah Kabupaten Pandeglang melantik mantan Kepala DPMPTSP, Ahmad Mursidi, sebagai .
Teddy Sigap Tepis Tangan yang Hendak Dekati Prabowo, Aksi Tuai Sorotan Netizen
Momen ajudan pribadi Presiden terpilih Prabowo Subianto, Teddy Indra Wijaya, menjadi sorotan publ.








