Kemenkes Kaji Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal Luar Jawa
JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah sedang mengkaji syarat vaksinasi covid-19 untuk berkegiatan di luar Jawa-Bali.
Nadia menyebut penerapan syarat vaksinasi untuk berkegiatan seperti masuk mal atau bepergian merupakan bentuk dari penerapan protokol kesehatan agar kasus covid-19 bisa ditekan.
"Kami akan uji coba penerapan syarat vaksinasi untuk kegiatan di luar Jawa-Bali yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi. Semua ini bagian dari penerapan protokol kesehatan," kata Nadia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (23/8).
Syarat vaksinasi covid-19 untuk berkegiatan sebelumnya diterapkan di Pulau Jawa-Bali. Syarat ini berlaku untuk orang yang akan melakukan perjalanan dan orang yang akan berkegiatan di mall atau pusat perbelanjaan.
Ketentuan tersebut tercantum dalam Instruksi Mendagri Nomor 34/2021 tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali. Kebijakan itu berlaku selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa-Bali hingga Senin (23/8) tadi.
Nadia menyampaikan syarat vaksinasi covid-19 untuk berkegiatan hendaknya tidak hanya dinilai sebagai cara agar capaian vaksinasi tinggi. Ia menegaskan hal itu dilakukan sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan.
"Pemerintah menerapkan itu bukan hanya karena mengejar capaian vaksinasi covid-19, tapi juga sebagai langkah penerapan protokol kesehatan agar mencegah penularan di tempat publik," tuturnya.
Syarat vaksinasi untuk berkegiatan di Jawa-Bali sempat dikritik oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penasihat Senior Direktur Jenderal WHO Diah Saminarsih membandingkan kebijakan yang sama seperti yang diterapkan di Swiss.
Menurutnya syarat sertifikat vaksin untuk berkegiatan baru bisa dilakukan setelah capaian vaksinasi melebihi 50 persen, sementara capaian vaksinasi Covid-19 nasional hingga Senin (23/8) baru di sekitar 26,7 persen untuk dosis pertama dan 14,3 persen untuk dosis kedua.
Selain itu, karena kebijakan vaksinasi sebagai syarat berkegiatan, masyarakat ramai mencetak sertifikat vaksin dalam bentuk kartu. Satgas Covid-19 telah mengimbau agar warga tidak mencetak sertifikat vaksin karena rawan disalahgunakan.
Berita Lainnya +INDEKS
SBY Soroti Politik yang Kian Liar, Minta Prabowo Hidupkan Politik Berkeadaban
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti kondisi politik Indonesia yang dinilain.
Notifikasi Ancaman Serangan Udara Bikin Cemas, Penumpang SV816 Jeddah-Jakarta Akhirnya Tiba di Indonesia
Penumpang penerbangan SV816 rute Jeddah-Jakarta dibuat cemas setelah menerima notifikasi darurat .
Pelajar Aceh Raih Emas AHM Best Student 2026 Lewat Inovasi Deterjen Ramah Lingkungan
PEKANBARU - Inovasi deterjen berbahan alami mengantarkan Yazid Alfata, pelajar SMA Fatih Bilingua.
Pemerintah Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Fokus Beralih ke Ketahanan Keluarga
PEKANBARU - Pemerintah membentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) untuk memperkuat st.
Banjir Bandang Terjang Kabupaten Solok, 32 Warga Mengungsi
Banjir bandang menerjang kawasan Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus dan Nagari .
Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
Rombongan masyarakat yang disebut bepergian bersama Tomi Gwijangge dilaporkan mengalami intimidas.








