• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • Otomotif
  • Daerah
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • More
    • Nasional
    • Olahraga
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Internasional
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Nasional

Menko PMK Usulkan Orang Kaya Menikah dengan Orang Miskin

Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2020 18:22:47 WIB
Cetak
Menko PMK Usulkan Orang Kaya Menikah dengan Orang Miskin
Penandatanganan buku nikah oleh seorang mempelai wanita pada proses akad nikah (jurnalpekan.com/model liza)

Munculnya wacana dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengenai penerbitan fatwa agar orang kaya menikah dengan orang miskin atau sebaliknya mengundang pertanyaan masyarakat. Dalam klarifikasinya, Muhadjir menjelaskan pernyataannya sebatas usulan dan tidak menjadi keharusan atau kewajiban bagi orang kaya menikah dengan orang miskin atau sebaliknya.

Menurut Muhadjir, pernyataan itu dimaksudkan agar adanya gerakan moral untuk memutus rantai kemiskinan. Dia menilai, ada kecenderungan di tengah masyarakat bahwa orang kaya harus menikah dengan orang yang kaya. Sementara itu, orang dari keluarga tidak mampu cenderung mencari pasangan dari keluarga tidak mampu sehingga setelah menikah melahirkan rumah tangga miskin baru.

Lantas, bagaimana Islam mengatur tentang pernikahan berbeda status ekonomi antara orang kaya dan orang miskin? Di dalam Islam, tak ada aturan atau keharusan yang mewajibkan bagi orang kaya menikahi orang miskin atau sebaliknya. Meski ada keterangan bahwa harta menjadi salah satu yang perlu diperhatikan sebelum menikah, hal tersebut tidak menjadi persoalan pokok. Dalam ajaran Islam, yang paling utama untuk diperhatikan seseorang Muslim ketika mencari pasangan adalah agamanya.

Sebagaimana keterangan hadits "Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena agamanya, nasabnya, hartanya dan kecantikannya. Maka perhatikanlah agamanya, maka kamu akan selamat," (HR Bukhari Muslim).

Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM-PBNU) KH Abdul Moqsith Ghazali mengatakan, dasar hukum orang kaya menikah dengan orang miskin atau sebaliknya diperbolehkan dalam Islam. "Boleh saja, kaya atau miskin tidak menjadi syarat sahnya pernikahan. Maka, boleh saja laki-laki kaya menikahi perempuan miskin, begitu pun sebaliknya," kata Kiai Moqsith kepada Republika, beberapa hari lalu.

Tak ada jaminan menikah dengan orang kaya, kehidupan rumah tangganya akan menjadi sejahtera dan harmonis. Begitu pun sebaliknya, menikah dengan orang miskin belum tentu kehidupannya akan menjadi susah.

Kendati tak ada larangan dalam Islam menikah dengan orang yang kelas dan status sosialnya ekonominya jauh berbeda, menurut Kiai Moqsith, pernikahan berbeda kelas dan status sosial ekonomi justru rentan memunculkan konflik. Kiai Moqsith mencontohkan pernikahan sahabat Zaid bin Haritsah dengan Zainab binti Jahsy. Zaid adalah seorang budak yang kemudian dijadikan anak angkat Rasulullah.

Sementara, Zinab adalah seorang perempuan dari keluarga bangsawan dan terpandang. Namun, pernikahan Zaid dan Haritsah pun tidak berlangsung lama. Pasangan itu bercerai karena terdapat konflik yang dilatarbelakangi perbedaan status tersebut. Namun, kemudian sahabat Zaid menikah dengan Ummu Aiman atau Barkah binti Tsalabah seorang perempuan yang pernah menjadi budak. Kehidupan pasangan itu pun harmonis hingga dikaruniai anak, yakni Usamah bin Ziad.

Sementara, Zainab sendiri kemudian dinikahi oleh Rasulullah. Tak sedikit memang orang kaya atau memiliki status sosial tinggi dan menikahi orang dengan stasus sosial miskin, tapi kehidupannya dapat berjalan harmonis dan sejahtera.

Kiai Moqsith mencotohkan pada perni kah an Ashim bin Umar bin Khattab dengan Ummu Ammarah seorang wanita Anshar. Ashim ber asal dari keluarga terpandang, semen tara Ummu Ammarah adalah wanita dari keluarga miskin. Namun, Ashim dan Ummu Ammarah dapat membangun keluarga yang bahagia hingga dikaruniai keturunan, salah satunya Umar bin Abdul Aziz yang kemudian menjadi khalifah Bani Umayyah.

Menurut Kiai Moqsith, akan lebih baik dalam mencari pasangan untuk menikah adalah yang memiliki banyak persamaan, termasuk dalam hal status sosial ekonomi. Sebab itu, dalam Islam dikenal juga konsep sekufu yang berasal dari kata al kafa'ah yang berarti sepadan.

Menurut Imam Hanafi, seorang yang akan menikah perlu sepadan dalam nasabnya, agamanya, peker jaan, status merdeka atau budak, kualitas beragama, dan strata ekonomi. Sementara, sekufu menurut Imam Malik, yakni dalam hal kesamaan dan kualitas beragama dalam arti orang Muslim harusnya tidak menikah dengan orang fasik.

Sekufu juga dimaknai sebagai kesamaan dalam kesehatan jasmani. Sementara itu, Imam Syafii dalam al- Majmu menjelaskan, sekufu yakni kesamaan dalam nasab, agama, strata sosial merdeka atau budak dan juga pekerjaan. Imam Hanbali menjelaskan sekufu dalam agama, pekerjaan, strata ekonomi, status sosial, dan nasab.

Ketua Umum al-Washliyah, KH Yusnar Yusuf, juga berpendapat bahwa tidak ada aturan dalam Islam yang mengharuskan orang kaya menikah dengan orang miskin atau sebaliknya. Meski demikian, menurut dia, ungkapan Menko PMK dapat dimaksudkan hanya sebatas sebagai anjuran. "Enggak ada wajib, yang kaya nikah sama yang miskin tidak ada aturannya."


Sumber : republika.co.id /

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Nasional

Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong KRL Wanita Pindah Ditengah

Kamis, 30 April 2026 - 14:38:30 WIB

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meminta maaf atas pernya.

Nasional

Menaker Teken Aturan Pembayaran THR Keagamaan 2026

Rabu, 04 Maret 2026 - 09:38:42 WIB

PEKANBARU - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/3/H.

Nasional

Mendagri Instruksikan Pemerintah Daerah Sukseskan Gerakan Indonesia ASRI

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:56:19 WIB

PEKANBARU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran (SE).

Nasional

Pemerintah Blokir Akses AI Grok

Senin, 12 Januari 2026 - 09:13:20 WIB

Kementerian Komunikasi dan Digital mengumumkan langkah drastis dengan memutuskan akses sementara .

Nasional

Bantuan dari Luar Negeri Masuk ke Sumatra Kena Pajak Bencana

Selasa, 16 Desember 2025 - 09:26:37 WIB

Bantuan luar negeri untuk Aceh, seperti barang kemanusiaan akibat bencana, dikenakan pajak impor .

Nasional

Legislator Minta OJK Hapus Aturan Tagih Utang Lewat Debt Collector

Ahad, 12 Oktober 2025 - 11:43:44 WIB

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghapus Pasal 44 ayat (.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Jadi Rp3.900
12 Mei 2026
IKATANI Resmi Dilantik, Siap Tumbuh dan Berdampak bagi Masyarakat
12 Mei 2026
Tiga Pemain PSPS Pekanbaru Masuk Nominasi Best Liga 2
12 Mei 2026
Wakapolsek Minas Cek Kesiapan Lahan 1 Hektare untuk Penanaman Jagung
12 Mei 2026
Aksi Cepat Tim Gabungan DLHK dan Satpol PP Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat
12 Mei 2026
Pemerintah Pekanbaru Rencana Bangun Ruang Publik di Jalan Sudirman Ujung
12 Mei 2026
Rangkaian HPN 2026, PWI Riau Gelar Trofeo Sepakbola Mini
11 Mei 2026
Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram
11 Mei 2026
Harga Minyakita di Pekanbaru Tembus Rp20 Ribu
11 Mei 2026
Musim Haji 2026, Indosat Dampingi Jamaah Sumatra Tetap Terhubung Sejak Embarkasi
10 Mei 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 BATIQA Hotel Pekanbaru Hadirkan Promo Menginap Harga Terjangkau
  • 2 CDN Riau Tingkatkan Kapasitas Karyawan Lewat Kontes Layanan Honda 2026
  • 3 Pekanbaru Masih Dihadapkan Persoalan Banjir, Ini Kata Wakil Walikota
  • 4 Komunitas 90 Faperika Unri Bangun Silaturahmi lewat Reuni ke-36
  • 5 City Rolling Motor Listrik Honda, Wujudkan Perjalanan Ramah Lingkungan di Pekanbaru
  • 6 Dispora Pekanbaru Siapkan Iven Skala Nasional
  • 7 Terima Kunjungan University of Malaya, FDK UIN Suska Riau Wujudkan Pertukaran Wawasan Antar Negara

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved